Pengalaman menjadi Narasumber

Posted: January 30, 2014 in Uncategorized

Ceritanya aku menjadi narasumber dari sebuah lembaga diklat di bidang energi dan pertambangan untuk penyusunan kurikulum GIS untuk aplikasi pertambangan. Tawaran ini yang pertama bagiku dan sangat berkesan. Kenapa? walaupun tawaran ini dari pertemanan dan relasi tapi aku juga dituntut untuk dimintai pendapatnya tentang isu GIS di bidang pertambangan.

Beberapa buku terutama Corebook waktu kuliah di ITC the Netherlands kubuka kembali, Ternyata buku setebal itu (thanks to format digital, aku tidak perlu melipatnya cukupu di dalam laptop) akhirnya berguna kembali, membaca kembali literatur dan mengorganisasi sebuah program pengajaran menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Selama dua hari terasa berarti bagiku. Beberapa pemikiran baru dan penyegaran pikiran mengenai ilmu yang sempat kupelajari selama hampir dari 2 tahun tidaklah sia-sia. Aku bisa berbagi ke yang lain.

Hikmahnya ,kadang sewaktu – waktu kita harus keluar dari dalam “gua’ tempat kita bekerja. Berjalan – jalan di pinggir jurang boleh untuk meningkatkan kewaspadaan kita.  

Dan disinilah aku sekarang.. hati-hati memandang kiri kanan agar berusaha seimbang tidak jatuh ke jurang. Hingga aku akan sampai pada gua-ku tempat dimana aku merasa nyaman dan terlindungi.

 

 

Tahun Baru, Thema Baru…

Posted: January 4, 2014 in Uncategorized

Happy New Year 2014.

Alhamdulillah, Tuhan masih memberikan kesempatan padaku untuk menikmati tahun baru 2014. semoga dikaruniai kehidupan yang berkah lahir bathin amin.

Setelah sekian lama blog ini terlantar, akhirnya kumunculkan thema baru, jujur saja, tidak terlalu familiar dengan wordpress ini, atau lebih tepatnya malas ngotak-ngatik tampilan blog (hehe..) parahnya lagi isinya pun terbengkalai (gaswat nii).

Hadiah tahun baru dari kantorku yakni menjadi pokja Koordinator kegiatan, itu artinya tugas kedepan semakin berat dan tanggungjawabnya semakin besar. Jujur saja, ingin kutolak tawaran itu tapi rasanya tidak adil kalau selama hampir 10 tahun bekerja, dan dihabiskan sekolah setengahnya, dan begitu diserahi tanggungjawab aku kaburr… Ok lah pak Bos..aku terima tawarannya,…

Keep smiling dan relax whatever will be, will be…

Selamat Datang tahun 2014 (itu artinya juga umurku menjelang 34tahun,wowww,,dan sudah hampir dua tahun saya meninggalkan bumi kompeni..woww lagi,,what I have done so far…)

Hidup tanpa dokumen??

Posted: January 4, 2014 in Uncategorized

Originally posted on Crackers's world:

Kupikir tadinya, Tuhan menghadiahkanku hidup di dunia ini dengan satu tiket: Beribadah KepadaNya dan memakmurkan bumi karena diberi tugas sebagai Khaifah.

Memang itu ada benarnya. Jikalau aku tidak hidup di jaman modern yang serba membutuhkan dokumen ini dan itu. Kenyataannya bisa dirinci dibawah ini:

1. Pada saat kita lahir, kita harus membuat akta lahir yang memberi keterangan kita lahir dengan nama “X” merupakan anak ke… dari pasangan “A” dan “B”

2. Ketika kita sekolah ada identitas terbaru yang namanya Kartu Siswa/Kartu Mahasiswa

3.Ketika sudah 17 tahun kita diberi kartu tanda penduduk

4.Ketika kita menikah, ada surat nikah pasangan …dengan ….

5.Mau nabung di bank kita harus mengisi formulir ini..itu..

6.Ketika membeli rumah dan tanah, ada surat sertifikat a, b, c dan bla bla bla

7. Ketika kita meninggalpun ada surat keterangan meninggal dan surat wasiat.

Hidup memang harus disertai dokumen kertas tersebut dan bahkan nilainya sangat berharga kalau itu sebuah…

View original 31 more words

Kenapa orang takut hujan??

Posted: June 24, 2013 in diary

Musim kemarau telah berlangsung sekian lama, bahkan hujan yang ditunggupun tidak kunjung datang. Di beberapa tempat para penduduk telah mengalami kekurangan air. Sungai-sungai mengering, mata air yang biasanya mengalirkan air sepanjang musim telah sirna, bahkan sawah-sawah terlihat retak karena saluran irigasi yang melewatinya kering juga. Tak luput juga di Bandung, tempat saya tinggal sekarang ini. Memang dibeberapa daerah di utara, kekurangan air tidak begitu terasa,namun agak diselatan dan wilayah timur, kekurangan air telah melanda., hal ini ditandai dengan adanya pergiliran aliran PDAM dibeberapa pemukiman, sumur-sumur bor pun mengering. Sudah tidak disangkal lagi, musim penghujan sangat diharapkan.

Sudah seminggu ini Bandung telah diguyur hujan. Walaupun tidak terlalu sering, namun jatuhan air dari langit ini mampu membasahi tanah berdebu dan kering dan memberikan kesejukan sesaat. Saya senang karena musim penghujan telah tiba. Bersegera saya menyambutnya dengan membeli payung baru, karena payung yang lama sudah tidak layak pakai. Walaupun harga payungnya agak mahal, namun saya puas dengan desain dan kualitasnya. Mudah-mudahan barangnya awet atau setidaknya bisa tahan sampai akhir musim hujan ini.

Di suatu sore, jam menunjukkan pukul 4. Jam sibuk orang pulang bekerja. Sudah dipastikan kondisi lalu lintas sangatlah ramai. Sekali turun hujan, semua lalu lintas disetiap sudut kota lumpuh, perempatan lampu merahnya mati, semua orang tidak sabar untuk mendahului, jadilah semuanya tersendat diperempatan. Gak bisa maju, mundur apalagi. Suara klakson bersahutan, beberapa kendaraan yang tidak berniat membunyikan klakson akhirnya terpengaruh juga. Jadilah orchestra disore hari. Riuh rendah bikin stress. Ini adalah kondisi pas hujan mau turun. Para pengendara motor segera menepi untuk memakai jas hujan begitu melihat langit yang gelap dan guntur bersahutan.

Pada saat hujan turun, jangan ditanya, jalanan berubah menjadi sungai intermitten. Beberapa jalan yang bolong lebih berbahaya lagi karena tertutup air. Dan ini merupakan salah satu penyebab kecelakaan, utamanya kendaraan roda dua, karena hilangnya keseimbangan. Belum lagi genangan air yang tingginya hampir setengah meter. Mobil – mobil dan motor yang rendah sudah dipastikan mati mesin, karena terendam air. Luar biasa,dampak hujan di Bandung. Alam bekerja sama untuk melumpuhkan manusia. Tidak salah juga sih, karena alam sifatnya apa adanya. Begitu keseimbangannya dirusak, jangan harap ada keharmonisan lagi.

Kondisi setelah hujan makin parah lagi. Meski aliran air dijalanan mulai surut, beberapa genangan di titik – titik jalan mengakibatkan kemacetan berkepanjangan. Kendaraan melambatkan lajunya karena kondisi jalanan yang licin. Satu, dua, sepuluh, seratus, membentuk antrian mengular di jalanan. Lengkap sudah hadiah hujan ini.

Jadi, saya mencoba memahami, mengapa orang takut hujan di perkotaan. Ternyata begitulah dampak yang ditimbulkan. Permasalahan klasik seperti kurangnya saluran drainase, serta tumpukan sampah di jalur-jalur air,kabarnya dijadikan penyebab utama. Apapun itu, hujan tampaknya bukan merupakan sebuah berkah lagi diperkotaan. Bukan salah hujan, tetapi manusianya sendiri yang membuat hujan tidak lagi menjalankan fungsinya untuk menyejukkan, menyirami tanaman, menambah persediaan air tanah dan mudah – mudahan hujan menjadi BERKAH..

(awal musim hujan di awal bulan tahun 2013).

 

Boosting my days

Posted: June 4, 2013 in Uncategorized
Tags:

Wah, rasanya baru kali ini saya menulis untuk diri sendiri. Bukan karena aku ingin tetapi hanya menunggu mood untuk mengerjakan laporan akhir cek lapangan. Menurutku, ini tiada berujung. Ini adalah laporan ke empat. Dan masih ada dua lagi laporan cek lapangan yang harus diselesaikan. Dengan daerah dan kondisi geologi yang berbeda.

Ok, saat ini saya ditemani oleh radio berbahasa Jerman yang berlokasi di kota Leipzig. Trims to the fast internet connection in my office. I am not feeling lonely to do some routine office jobs. I was like in Germany Yayyyy!!!! (dreaming )

Apa yang aku pikirkan saat ini? Menunggu Mood ! itu saja. Dan tentunya menunggu sore untuk bersegera test drive sepatu baru hehe… ( it’s sound interesting for me rather collecting energy for boost my brain to finish the report)

Anyhow, I am grateful to God having me a good day so far..

Bismillah..Bisa kuselesaikan dalam minggu ini. After that, focus on paper. Thanks to Helna for helping me so far. I hope we can discuss some other parts of geological matters related to remote sensing issuses.

Waduh, ngomonge koq campur aduk gini seh! Yo Wis, harap dimaklum Yo.. my crowded brain has not fixed it yet !!

Love u All..

Love u World..

Love..Love… Bararadeeeee.. :D

Dear kawans,

Di era komputer saat ini siapa sih yang tidak kenal GIS (Geographic Information System), apaan tuh?
GIS adalah analisa titik (point), garis (polyline) dan daerah (polygon) yang masing – masing mempunyai koordinatnya sehingga bisa diintegrasikan satu sama lainnya untuk menganalisa sesuatu.
(Duh ribet amat siih..).

Daripada ribet ngurusin definisinya, mendingan kita cari cara memanfaatkannya yuk !
Salah satu rumah yang bisa menampung data – data GIS yaitu di Google Earth. Selain bisa menikmati tampilan peta, dan melihat – lihat atap rumah, atap gunung dan pemandangan sawah-sawah dari atas (serasa terbang deh !!), kita juga bisa memanfaatkan tools and features di google earth.

Saya mencoba mengaplikasikanya untuk menentukan rute berbelanja. Bagi para Ibu muda yang sibuk, tentunya sangat membantu dunk ! rencanakan dulu perjalanan sebelum menyesal kemudian, begitu pesan sponsor :D

Btw, untuk sekedar main-main dengan google earth, bisa di lihat tips di bawah ini . Selamat mencoba !! .. :)
Tapi sebelumnya Install Google Earth-nya dulu ya via http://www.google.com/earth/download/ge/agree.html

Picture1 Picture2 Picture3 Picture4 Picture5 Picture6 Picture7

 

 

Edisi Iseng !!! :p :p

 

Gunung Cireme terletak di Kabupaten Kuningan dan sebagian Kabupaten Majalengka propinsi Jawa Barat. Gunungapi ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Saat ini, Gunung Cireme masih dikategorikan sebagai gunungapi dormant (tidur sementara) dan sewaktu – waktu bisa meletus. Bagi yang bermukim disekitar lereng Gunung Cireme, selain bisa menikmati keindahan gunung tersebut harus diperhatikan pula dampak bahayanya apabila gunung ini meletus dikemudian hari.

Beberapa gambar (citra) di bawah ini adalah kenampakkan morfologi Gunung Cireme pada citra (image) dari sumber (wahana) yang berbeda: Landsat TM, TerraSAR X (ORRI dan DSM) dan kombinasi keduanya :).

Silahkan diunduh bagi yang berminat. ImageImage

ImageImage