Month: July 2009

TSUNAMI: Destructive Queen from the Sea

cover tsunamiBuku ilmiah populer yang ditulis oleh seorang praktisi tsunami menjadi pilihan bacaan di kala senggang. Tsunami sebagaiman kita ketahui adalah salah satu ancaman terbesar di perairan laut Indonesia. Tragedi Aceh telah menyadarkan kita akan betapa pentingnya kita Bangsa Indonesia untuk lebih bersahabat dalam memahami fenomena bencana alam jenis Tsunami ini. Penulis adalah seorang Ilmuwan pakar di bidang tsunami yang bekerja di LIPI. Hanya satu tahun setelah tragedy tsunami Aceh di tahun 2004, maka pada Mei 2005 buku ini diterbitkan.

Penulis mengawali ceritanya dengan asal usul arti kata tsunami kemudian menggambarkan kronologis kejadian bencana tsunami yang menimpa Indonesia selama kurun waktu 2 abad terakhir. Beberapa bukti historis penulis gambarkan sebagai perbandingan dan bahkan analisa kita bahwa jumlah korban jiwa dari bencana ini adalah tidak sedikit. Tinjauan tsunami ini penulis jabarkan dari berbagai prespektif baik itu yang menyangkut ilmiah maupun sosial kemasyarakatan. Dalam prespektif ilmiah, penulis memaparkan dengan detail dalam bab khusus berjudul “proses terjadinya tsunami”. Menurutnya, kondisi geologi bawah permukaan menjadi penyebab utama bencana tsunami diakibatkan oleh gempa bumi dasar laut yang dengan skala nya yang besar telah membuat permukaan air laut menyurut ke dasar laut untuk kemudian dimuntahkan kembali menjadi suatu gulungan ombak yang tingginya bisa melampau pohon kelapa sekalipun !

Di tambah lagi, Indonesia secara geologis diapit oleh tiga lempeng benua besar yang saling berlawanan arahnya dan mendesak dari berbagai arah dikepualaun Indonesia (di bahas di dalam sub Proses terjadinya tsunami). Hal ini, menjadikan daerah – daerah pertemuan tiga lempeng penting itu menjadi sasaran gempa bumi yang mengakibatkan tsunami. Daerah – daerah seperti pesisir pantai barat sumatera, pesisir pantai selatan jawa dan flores , maluku, dan sulawesi bagian utara , direkam dalam sebuah tulisan yang apik n terkesan kronologis dengan menampilkan rekaman – rekaman kejadian bencana tsunami di daerah – daerah tersebut. Bukti historis lainnya yang menggambarkan kedasyatan tsunami penulis rangkum dalam kejadian2 alam tsunami dibelahan bumi lain seperti yang terjadi di Jepang, Chili, Mexico dan Nicaragua pada kurun waktu 1983 – 1993. Rata –rata pemicu tsunami ini adalah gempa bumi yang berada di dasar laut.

Penyebab lain adalah vulkanisme dasar laut yang memicu gempa bumi di laut dan membangkitkan gelombang tsunami sampai ke ujung pantai. Dalam bab ini pula beberapa ilustrasi menarik ditampilkan dalam gambar yang sederhana yang mudah dipahami bagaimana proses terjadinya pembangkitan gelombang tsunami dan ilustrasi terjadinya gempa volkanis Gunung Anak Krakatau.

Riset sosial bencana tsunami

Riset mengenai tsunami selain dari segi ilmiah juga menjadi tinjauan menarik dari segi sosial. Jumlah korban yang banyak dari kalangan wanita dan anak – anak mengidentifikasikan bahwa berdasarkan riset psikologis, kaum laki – laki lebih menyelamatkan diri sendiri sementara para wanita lebih memikirkan nasib anak – anaknya.

Maka, pada saat bencana tsunami datang korban pertama berada dipihak ibu dan anak – anak. Tentunya ini tidak bisa dijadikan alasan seratus persen benar. Berkaitan dengan kondisi kearifan lokal dari suatu daerah yang rawan tsunami menjadi kajian menarik dalam buku ini.

Faktor adat istiadat dari suatu daerah yang rawan terhadap tsunami menjadikan legenda tsunami ini menjadi turun menurun. Mereka yang hidup disana secara tradisional memiliki kepekaan yang terus di asah untuk dapat melihat fenomena alam yang akan mengakibatkan tsunami. Sehingga mereka mempunyai selang waktu untuk menyelamatkan diri dari terjangan ratu laut yang merusakkan ini.

Penulis juga menambahkan kondisi sosial masyarakat yang sering mengalami tsunami yakni di Jepang tepatnya di daerah Sanriku. Masyarakat disana secara turun temurun mewariskan nasihat yang dapat mengurangi jumah korban tsunami yaitu Tsunami Ten-Den-Ko sebuah nasehat lama yang kurang lebih artinya “dalam sebuah tsunami setiap orang adalah untuk dirinya sendiri”.

Jadi, kalau dikaitkan dengan korban tsunami di daerah flores, kaum laki – laki yang berusaha menyelamatkan diri sendiri adalah sudah mengikuti nasihat Ten-Den-ko ini. Namun tentunya itu tidak sepenuhnya benar, hal yang paling diutamakan adalah pentingnya pengetahuan tentang tsunami dan kesadaran setiap individu untuk menyelamatkan diri masing – masing apabila bencana tersebut datang.

Hal – hal seperti mitigasi bencana tsunami baik pada saat sebelum, pada saat tsunami berlangsung dan mitigasi pasca tsunami perlu menjadi perhatian baik dari pihak pemerintah maupun individu warga yang tinggal disekiar daerah rawan bencana tsunami. Riset ilmiah tsunami terakhir Penambahan informasi tentang riset mutakhir tentang penelitian yang berhubungan dengan tsunami penulis up date dalam buku ini, khususnya penelitian yang melibatkan kerjasama dengan badan riset luar negeri setelah tsunami dasyat terjadi di Aceh 2004 lalu. HMS Scoot antara navi inggris dengan dephankam Indonesia, germany, perancis, jepang dan banyak lagi.

Penulis juga menginformasikan riset – riset terakhir yang dilakukan Indonesia terkait fenomena tsunami seperti penelitian survey daerah tsunami, perekaman data, pembuatan model tsunami serta analisis data yang mengkaitkan data penunjang analisis bencana tsunami dengan metode Remote sensing dan GIS. Hal tersebut tentunya dapat memutakhirkan data dan membantu dalam pengambilan keputusan terkait mitigasi bencana tsunami. Buku dengan total 300 halaman ini mudah di baca karena dikemas untuk konsumsi umum yang tidak terkait dengan masyarakat ilmiah yang bergelut dengan analisis tsunami.

Tapi sebagai kaum geoscientist buku ini menjadi referensi yang wajib dan bisa menambah wawasan kita tentang pengetahuan tsunami. (fagustin/june/09).

Info buku:

Judul buku       : Tsunami

Penulis               : Sudandono Diposaptono & Budiman

Penerbit            : Penerbit Buku Ilmiah Populer

Tahun terbit   : Mei, 2005

Tebal                 : 300 hal.

Advertisements

Beli Rumah dan Sebangsa-nyah..

Well, kali ini disibukkan oleh kepentingan dunia. mencari sesuap nasi dan mencari tempat untuk berteduh. Well, tingginya property di kota Bandung, buat rekening tabungan ngos-ngosan mengejar harga rumah yang kian merangkak naik.

“note: profile di atas hanya sketsa rumah idaman :)”

Tentang rumah, property or apalah, saya begitu awam, makanya bertanya kebeberapa temen. Berikut adalah komentar komentar yang berhasil diperoleh:

Mr.A: ” Fit, beli rumah tuh harus memperhitungkan lokasi, dan tetangga. Gampang2 susah sih..ga kaya beli kacang goreng..”

Mr.C: ” Wah…tumben mikirin rumah, bukannya dari dulu kamu nge-kost teruss boseen yaa..”

Mrs.I: ” Fit, pamali lho (pamali: tabu in sundanese) kalo masih single beli rumah, apalagi kamu dah sekolah ke LN.  nge-peer semua cowok2 yang mau deketin kamu..”

Miss A: ” Fit, gpp lagi cicilan 15 tahun juga ga kerasaaa..ibu saya aja sudah lunas ampe sekarang, jangan mikirin mahal engga ya..ya emang pasti mahal, ga ada pilihan kan?? ”

Mr.W: ” Mending yang deket tol, kan enak tinggal belok, jauuh dari tempat kerja gpp, yang penting transport 24 jam..”

Mr.B : ” Walaah…kenapa beli rumah, hidup kita kan cuma bentar, paling2 di tempatin cuma 30 tahun, dengan asumsi umur kita 30 tahun sekarang dah bakalan hidup sampe 60th (kalo panjang umur), mending kontrak ajaah !!”

Mr.S: “Beli sekarang ato engga kebeli ?? ”

Wahh..wahh..ga nyangka bakal sebanyak itu commentnya..tinggal si daku yang bingung. Yang pasti bisa atau tidak beli rumah, tidak menjadi beban, always be happy all the time ( halaaah engga nyambuung, anak kost forever niih ). Catatan, tidak ada warisan dari orang tua kecuali ILMU..So,,, survive lah dengan ilmu yang didapat. gitu siih pesan dari orang tua..(apa hubungannya dengan rumah ya..)

Well, ini obrolan tidak serius, tapppi??? koment dari si Mrs.I perlu dipertimbangkan lagi deeeh..

“Kalo masih single, pamali beli rummaaah..HELPPPPP..!!! ”

Anyone knows the reason ????

Day dreaming .. Child care

Suatu hari disebuah obrolan makan siang di seputaran Cilaki Bandung. Temanku mengeluhkan susah nya memperoleh baby sitter yang dapat dipercaya, terpaksalah ibunya yang seharusnya menikmati hari tua-nya dengan tenang di perbantukan untuk mengurus cucu-nya tersayang.

Lalu, tiba – tiba daku bertanya:

Daku: “Teh, susah ya punya anak kecil, sementara ibunya kerja?” (hmm..lagak nya memperhatikan)

Si Teteh: ” Hmm..gampang2  susah si, pengennya dapat suami kaya, so engga usah kerja lagi, tinggal aja di rumah mengurus anak ”

Daku : “Setujuuuu !!!”  tapi gak mungkin kan, kalo sudah bersuami berharap gituan, yang pasti bersyukur aja. So, kalo kira2 nya ada child care yang deket dari kantor, seneng gak?? ” (tiba2 ide ini muncull…cull ..cull..)

Si Teteh: ” Wah,,seneng bangeet klo gitu, saya mau titipin anak saya kalo ada child care yang deket dengan kantor, apalagi didalam kantornya sendiri..” Mau duunk..??!!

Daku: “Hmm..ok, will make it” but HOW…??? (kita semua tertawa-tawa)

Itu hanyalah prolog yang mengawali day dreaming kali ini. Menjalankan bisnis child care!! ..Hohoho..yang pasti seminggu belakangan ini, otak saya dipenuhi beberapa pertanyaan seputar child care.

Di lihat dari peruntungannya, jumlah ibu – ibu bekerja di kantor semakin banyak saja, sebagian dari mereka menitipkan anak-anaknya ke saudara mereka, atau bahkan tinggal di rumah bersama pembantu, atau ada juga yang menitipkan anaknya di child care tapi cuma setengah hari ( 2-3 jam) sudah itu, mereka harus antar jemput anaknya ke rumah. lagi..lagi,,ditemani pembantu ( ini hasil survey langsung ke teman2 ku yang sudah punya anak, mostly batita/bawah 3 tahun).

Sebagian dari mereka setuju kalau ada child care didalam kantornya, kelebihannya mereka bisa setiap hari memantau anak ( hmmm..tentunya pada jam2 istirahat la yaww..) dan juga bisa di simpan disana full day.Jadi, pada saat mereka pulang kantor, mereka juga bisa pulang bersama anak-anaknya. Jelasnya, ini bisa lebih ngirit biaya transport ( perhitungan banget siih !!).

Ok gitu sih, sekilas survey awal pendahuluan. Lainnya mungkin daku harus melobby orang2 di atas ..( lantai atas maksudnya management), apakah mereka akan mengizinkan dibanggunnya child care..

Kayaknya butuh proses yang lama..

Tapi, setidaknya berusaha dulu, survey literature mengenai hal ini sedang dilakukan, secara theory telah diketahui namun butuh praktek dilapangan (hehee..gimana yaa..).

Nah, sobat. kalo ada usulan atau saran, silahkan posting comment disini. Apapun itu, sangat daku hargai.

Semoga menjadi kebaikan pada akhirnya.Amiin 🙂