Month: August 2009

Winter Holiday 2007 (part. 1)

Rasanya baru kemaren saya menghabiskan waktu selama 6 hari untuk liburan winter bersama tiga orang teman dari Canberra; 2 Indonesian dan 1 Singaporean.. Mencicipi sisi lain dari  kota di pinggiran timur pantai Australia ;  Sydney, Melbourne, semuanya sama dan layaknya kota modern lainnya, aroma multiculture kentara sekali di dua kota terbesar Australia ini.

Ditemani seorang teman yang study di Sydney, kami mengunjungi beberapa maskot kota Sydney seperti Darling Harbour, Sydney Aquarium, Bondy Beach dan bangunan megah “opera house” yang ikut membeku di dinginnya winter sekitar 5 derajat celcius.

Di samping sepatu saya yang salah costume, dan jadilah kaki membeku di basahnya sepatu. Hampir seharian saya tersiksa seperti itu. Hmmm…akhirnya saya tertidur pulas di bangku terakhir peristirahatan aquarium Sydney.Puas melihat – lihat fauna laut dan air tawar seakan tidak ada habisnya. Mata saya terbuka karena ada flash yang masuk, satu picture dihasilkan dari kejadian sesaat itu.Dasar usil. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk melihat – lihat merchandise disana. Satu buah boneka penguin menjadi saksi bahwa kami ke Sydney Aquarium hehe..

Lagi – lagi makan di “warung tegal” di foudcourt china town-nya Sydney, sayur lodeh, ikan asin, sambal dan kerupuk sudah menanti untuk dilahap sepuasnya. Suasananya Asiaa bangeet. Serasa di negeri sendiri…

Dua hari di Sydney diteruskan dengan jalan ke Melbourne. Insiden kecil yang cukup menegangkan terjadi pada saat perjalanan menuju bandara menggunakan taxi. Driver kami , seorang Chinese terlibat pertarungan mulut sengit dengan 2 orang young Australian dan beberapa bogem mentah terjadi diantara mereka disebuah persimpangan lampu merah. Kami berempat, histeris dan berusaha melerai sopir itu dan meneruskan perjalanan ke bandara karena penerbangan kami ke Melbourne hampir telat. Saya sendiri sempat speechless dan mengingatkan kembali akan Jakarta yang crowded, dan begitu juga Sydney. Walo tidak separah Jakarta, rasanya suasananya mendekatilah, crowded, sibuk, banyak suara klakson, dan banyak orang lalu lalang serta bikin pusiiiiiinggg…..

Anyway, Thanks mates !! for this fantastic holiday..will see you around in next part…. 🙂

Perth, 1st of July 2007.

Fenomena Mbah Surip

Meninggalnya salah satu seniman Indonesia yang cukup fenomenal “Mbah Surip” telah membuat rakyat Indonesia kehilangan salah satu seniman terbaiknya.  Lewat lagunya “tak gendong kemana mana..”  membuat jutaan rakyat Indonesia memberikan appresiasi terhadap lagu yang satu ini. Kini, mereka kehilangan, termasuk presiden SBY yang secara khusus memberikan ucapan belasungkawa.

Secara pribadi, saya tidak cukup mengamati sepak terjang seniman yang satu ini ( ga gaul ya..hehe..). Tapi rasanya tergelitik untuk sedikit berkomentar dengan adanya peristiwa meninggalnya Mbah Surip

(Well, cukup sudah prolognya kepanjangan…).

Di puncak karirnya, beliau meninggal. Diduga karena kelelahan dan penyakit jantung. Infotainment ( lagi – lagi berita dari Gossip huhu..), aktivitas terakhir adalah bertemu dengan mamik (pelawak srimulat), beliau meminta untuk tinggal dirumahnya karena terus diburu oleh wartawan, dan produser untuk tawaran manggung.  Nah, distu bisa dilihat sebenernya beliau membutuhkan ketenangan..( iya engga siih..).

Terlepas dari meninggalnya beliau sebagai kuasa Tuhan, satu hikmah yang bisa diambil adalah betapapun tenar, kaya dan berada di puncak karir, pada saat meninggal beliau tidak membawa semua yang diperolehnya didunia kecuali amal – amalnya. Bahkan kontrak 4 milyar dengan salah satu produser musik tidak serta dibawanya.  Disini, terlihat kasih sayang Allah bahwa Dia menyelamatkan hambanya dengan meninggalkan dunia lebih awal sebelum perhiasan – perhiasan dunia itu membuat beliau lupa diri.

Cepat atau lambat, kitapun akan mengikuti jejak Mbah Surip. Kematian itu begitu dekat..Semoga kita bisa mengambil hikmat atas semua yang terjadi disekitar kita. Amiin..

Sumber image : http://dykapede.files.wordpress.com/2009/07/mbahsurip.jpg