Month: October 2009

The interesting of being autis

Mencoba untuk menjadi autis, salah satu gejala yang sibuk dengan dunianya sendiri. Entah bagaimana harus memulai, yang pasti berhubungan sosial terasa hambar akhir – akhir ini. Sekedar basa – basi tidak bisa melunturkan image autis dalam pikiran ini. Daripada senyum yang dipaksakan, mending diam sama sekali. Menjauh dari kerumunan.

Apakah ini berbahaya? Terlepas dari semua ketakutan itu, saat ini aku tidak peduli.

Beberapa ide yang belum tersampaikan menjadi tidak berguna lagi, sementara mulut ini terlepas kontrol dengan mengatakan yang sebenernya tidak sepatutnya dikatakan. Lalu, Q harus bagaimana??

Bukankan sesuatu yang harus dikatakan A harus A?? Hoho..

Disini baru saya tahu alasannya, kemampun untuk memahami persoalan adalah sangat lemah, apalagi memahami perasaan orang.

Well, aku tidak tahu harus koment apa, Apakah aku terlalu sensitif atau malah tidak sensitif lagi. Aku tidak ada ide untuk menjelaskannya saat ini.

Pusssiiiiing…..!!! ribuan keliling

Hari ini pusingnya gak ketulungan, dari mulai bangun tidur hingga sekarang sudah sore menjelang ashar, masih saja terasa..hiiks…kerja jadi tidak maksimal. Di tambah lagi karena tidak sabaran menghadapi data yang harus di convert ke ini itu dan sebagainya. Tadinya, kupikir aku kebanyakan tidur, karena kemaren malem baru pulang dari Semarang. Maka sore harinya, aku tidur cepat dengan harapan bisa segar kembali keesokan harinya. Nah lho, bukannya segar malah pusing yang didapat, wah..kebanyakan jam tidur nih kayaknya !!! huhuhu…

Hari jumat adalah harinya Geoseminar, sebagai panitia yang mengkoordinir acara, aku harus sudah stand by disana setidaknya setengah jam sebelum acara dimulai. Rasanya, agak sedikit lega karena urusan pengumuman, pembuatan absensi dan urusan publish yang menyangkut kesekretariatan telah ditangani oleh Mr.X rekan sesama geoseminar yang sengaja kuserahi tanggung jawab, karena sedari dulu, kalau boleh dibilang, aku merasa kerja sendirian. Kupikir, inilah saatnya, aku menyerahkan tugas ditambah lagi dengan alasan aku pergi ke Semarang untuk mengikuti PIT IAGI. Walaupun, kerja pertama kurang memuaskan, itu menurut penilaianku sih, kenapa? Karena dia datang terlambat, disaat peserta sudah menunggu karena memerlukan absensi dan copy abstrak pembicara..huhuhu??? aku telepon dia untuk mengetahui dimana dia berada, katanya sebentar lagi. Saat itu aku tidak marah, dalam waktu seperti ini, aku harus selalu berbesar hari dengan kinerja orang yang tidak sesuai dengan standar kita. Dan aku menghargai dengan segala usaha dia untuk berkontribusi dalam kegiatan ini. Nilai plus bagi dia, kupikir. Dan aku bilang kedia, pada saat dia minta maaf atas keterlambatan ini. Aku hanya tersenyum dan memakluminya karena ini baru pertama kali baginya. Semoga tidak akan terulang lagi kemudian hari.

Ok, sepulang dari seminar, aku langsung ke lantai 4 memeriksakan kerjaanku di inhouse research di lab.remote sensing. Beberapa postingan data strike dip dan symbol peta geologi sudah sebagian diserahkan kepada sansan, anggota tim dibwahku yang hanya terdiri dari dua orang itu. Lega sudah, meski lagi – lagi aku mengkhawatirkan hasil kerjanya dia. Saatnya untuk mempercayai orang lain, atau kalau tidak entar repot sendiri kan?? Jadi, kerjaan 11 lembar peta Geologi wilayah NTT sudah terbayang bakalan selesai, tinggal menyesuaikan proyeksi peta dan data base nya. Selanjutnya, tinggal mematchkan citra landsat. Menurut proyeksi UTM, lokasi NTT ada disebelah selatan, tetapi dari raw data landsat, menunjukkan proyeksi utara. Pantesan, pas udah di save ke ers, tiba2 menclong entar dimana, gak bisa overlay !! huhuhu.. Ada beberapa triks dari Bang Misyu perihal itu, bahwa pas kita buka data dasar di ermapper, kita bisa melihat posisi top left (kiri atas) nya, dan mencatat koordinat itu untuk kemudian di plot di MapInfo, setelah di plot baru kita save titik tersebut ke proyeksi UTM yang south, kebetulan dalam kasus aku ini terjadi di daerah Sumbawa (S50UTM zone). Beribet bangeet ya..sampe aku bolak balik ikutin langkah itu. Nah, pas kebetulan lilik ada di lab juga, akhirnya dia turun tangan juga untuk bantuin. Kondisi kami berdua pada saat itu memang sedang tidak “on”, yang satu sedang sakit kepala berat (Aku) dan yang satu lagi ngantuk beraat karena bergadang semalaman kerja di bloom. Nah, jadi dua-duanya lagi error dan kami berusaha menahan kesabaran dengan mengikuti langkah – langkah dari Bang Misyu yang simple tapi terasa ngejelimet itu huhuhu…. Dan akhirnya…. Kami menyerah !!! menyedihkan sekaliii….

Dan dengan sekuat tenaga masih menahan sakit kepala yang kiat hebat, aku berusaha otak – atik itu data, dan menghasilkan data tidak bisa di loading di MapInfo dengan konsekuensi data alg nya error..wwuaaaaah..makin beteee…dan sebagai eksekusi terakhirnya, aku menelpon kantin memesan lotek pedas!!! Huuu..minimal kesal ini bisa terlampiskan…

Targetku hari ini tidak ada yang tercapai maksimal, maksud hati mau memperbaiki review thesis yang tertunda, apa daya hanya bisa melihat postingan di wall teman2 di fesbuk, wasting time kukira !! nih, dia satu lagi penyakit yang belum bisa aku kendalikan. Beberapa online magazine telah aku download untuk edisi September dan Oktober 2009 dari Geological Society London. Beberapa isi artikel yang berhasil kutangkap dengan kepala peningku yaitu adanya PIT IAGI nya Oz yang diadakan di Canby, kotanya sang mantan, pas lagi menuntut ilmu di sana.hoho..ga nyambung banget ya. Disitu, aku berpikir ingin kubuat abstrak dan publish di situ, karena risetku kan di Oz sana, deadline yang bisa ku intip adalah : Opening for call paper June 2009, dan deadline paper bulan Januari. Nah, apa salahnya di coba..ok deh.

My real job now is how to revise my thesis completely !! tidak ada yang memikirkan aku selain diriku sendiri dan yang menciptakanku..Huhuhu..ok deh. Rasanya sakit kepala ini sudah mulai berkurang, tetapi hari sudah mulai sore..dan berpikir untuk segera pulang.. Ok ok..will copy all on my external hard disk n ready to work tonight. Hope my headache would relieve soon…

Email seorang teman: apakah gempa bumi ada hubungannya dengan perbuatan manusia

Seorang teman berkirim message di facebook saya, kira-kira begini : Fit, apakah ada hubungan kejadian gempa bumi dengan akibat perbuatan manusia seperti bencana banjir misalnya?

Walaupun saya bukan ahli gempa bumi, namun dibawah ini adalah opini pribadi saya yang mencoba menanggapi pertanyaan teman saya:

runtuhan gedung gempaGempabumi itu tidak ada hubungannya dengan akibat perbuatan manusia, itu murni gejala alam biasa dalam rangka bumi memperoleh keseimbangannya. Beda dengan banjir yang bisa dihubungkan dengan akibat manusia yang berbuat kerusakan dimuka bumi seperti penggundulan hutan, buang sampah sembarangan dll.

Tetapi, kalau seandainya gempabumi itu kita hubungkan dengan kelalaian manusia, mungkin bisa dilihat dari kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa. Dalam ilmu bangunan, ada kriteria bahwa bangunan fasilitas umum (sekolah,hotel, kantor,rumah sakit etc) struktur bangunannya harus diatas standar bangunan biasa,maksudnya bila ada gempa besar datang, bangunan itu masih bisa bertahan. Pada pelaksanaannya, ada beberapa kriteria yang kadang terabaikan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab dengan mengurangi standar-standar tersebut dengan alasan finansial dll dll.

Sekali lagi, itu juga tidak bisa menjamin bahwa kita akan selamat dari gempa. Tapi, setidaknya, ada usaha manusia dalam mensikapi gempabumi yang datangnya tiba2 dengan mengembangkan teknologi yang dikenal dengan earthquake engineering. Disamping perkembangan ilmu bumi khususnya geologi yang mencoba mengidentifikasi jalur daerah-daerah yang berpotensi gempa bumi. Kita BELUM tahu kapan dan di titik mana gempa bumi itu akan terjadi. Sekali lagi, gempa bumi BELUM bisa diramalkan.

Wallahualam, itu hanya opini pribadi. Semua fenomena alam adalah karunia Allah dan menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Nah, bagaimana pendapat teman-teman semua??