Month: April 2010

Travel Diari Kendari : Keindahan Alam (part.3)

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Kolaka Utara, kami menyusuri jalur trans sulawesi yang mengubungkan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah (Malili) – Bone (Sulawesi Selatan?). Pemandangan sebelah kiri kami adalah Teluk Bone yang airnya tenang dan damai, sesekali terdapat pemukiman Bugis dengan rumah panggungnya dan pertambakan (shrimp pond).

Diperbukitan batugamping,jalanan agak naik sedikit dan saya mengambil foto di bawah ini. Asal tau saja, pasir setempat di wilayah ini berwarna putih bersih karena pengaruh batuan dasar gamping. Tempat ini dijadikan kawasan wisata lokal. Lokasinya dekat dengan Tamborasi, dan termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kolaka Utara beribukota Lasusua.

Kalau kebetulan lewat ke daerah ini, jangan lupa mampir ya.. :).

Travel diary Kendari:Sumberdaya Geologi (Part.2)

Sumber daya geologi yang terekam dari hasil perjalanan survey di wilayah Kendari dan sekitarnya dapat di simak dalam uraian berikut ini.

Metabatugamping (marmer) tersingkap banyak wilayah kabupaten Kolaka sebagai meta-batugamping Tamborasi.Quary ini terletak di daerah Tamborasi perbatasan dengan kabupaten pemekaran baru Kolaka Utara. Pemanfaatan sejauh ini hanya untuk bahan bangunan dan pondasi. Sangat disayangkan karena kualitas batu ini sudah termasuk ke dalam kategori marmer (metabatugamping) yang bisa dijadikan batu ornamen. Tetapi, warna menjadi kendala karena kebanyakan untuk batu ornamen, banyak disukai batugamping bertekstur dan berwarna kekuningan. Sedangkan, marmer di daerah ini berwarna abu-abu muda.

Nikel laterit banyak didapati di wilayah Kabupaten Kolaka bagian timur dan Kabupaten Konawe. Endapan laterit terbentuk karena pelapukan batuan ultrabasa (Ku).  Tingginya kandungan Fe (besi) dan Mg (magnesium) memperlihatkan warna coklat kemerahan, magnesit memperlihatkan warna biru kehijauan hasil dari leaching. Beberapa wilayah prospek nikel laterit telah dikapling oleh perusahaan tambang. Sistem penambangan dari yang menggunakan alat berat (beko) sampai dengan yang paling sederhana yakni penggalian manual oleh kuli setempat.

Travel Diary Kendari (part.1)

Ini adalah perjalanan lapangan saya yang pertama di tahun 2010. Saya tergabung ke dalam tim ground-check wilayah Sulawesi bagian tenggara. Dua tim laiinya melakukan pengecekan lapangan ke wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Tim saya terdiri dari tiga personel. Satu Ketua ( Pak UM), dua lainnya anggota; Pak SR dan saya sendiri (FA) hehe..

Sebelum saya menceritakan detail perjalanan ada baikknya diliput sekilas mengenai latar belakang kedua orang tersebut. Mereka adalah senior saya di kantor dan keduanya telah menjadi senior geologist ( saya..junior aja dari dulu..huhu).

Berikut adalah gambaran umum orang – orang di dalam tim 3 (sulawesi Tenggara)

Pak SR: Pengalaman mapping beliau sudah tidak diragukan lagi. Sejak tahun 80an, dia telah memetakan hampir seluruh wilayah Sulawesi dengan metoda traverse. Saat itu, peralatan mapping geologi masih belum secanggih sekarang, ada GPS, kompas yang akurat, penginderaan jauh tingkat tinggi dan lain – lain ( tidak usah dibahas semuanya ya..). Bahkan, Pak SR mengambil wilayah Sulawesi sebagai bahan utama kajian thesis PHd nya di Wollongong University, Australia. Beberapa mahasiswa bimbingan beliau di UNHAS juga banyak, dan beberapa kali diundang di pemda setempat sebagai narasumber.  Perjalanan ke Kendari saat ini juga ada kaitannya dengan bertemunya kepala seksi pertambangan yang notabene adalah mahasiswa bimbingannya dia.

Pak UM: Dia di tunjuk sebagai kepala tim. Kemampuannya dalam mengelola orang ,bernegosiasi dan berdamai dengan keadaan adalah hal-hal positif yang melekat pada dirinya. Disamping itu pula, dia adalah seorang yang well-organzed dan responsible person dan juga religious. Sepanjang perjalanan tidak pernah lupa menyisipkan beberapa nasehat yang berharga saat dia menceritakan pengalaman – pengalamannya sewaktu menjalanai mapping dulu. Beliau juga cukup banyak jam terbangnya; Kalimantan, Sulawesi telah dia jelajahi hingga ke pedalaman. Bahkan, dalam salah satu ceritanya, dia pernah tinggal bersama dengan orang suku Dayak pedalaman selama berbulan-bulan. Intraksi dengan orang lokal yang flexibel membuat dia tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Rupanya, Pak UM ini satu alumni dengan Pak SR, sama-sama Wollongongers..( haha..ada enggak ya, istilah itu??). Tapi, dia hanya menamatkan sampai tingkat master ( ada banyak alasan, mengapa dia tidak meneruskan ke PHd, salah satunya adalah keluarga, begitu katanya..).

” Dari kiri ke kanan : Pa SR, FA, Pa UM.. :)”

Sayah : Nah ini dia, rumit menjelaskannya. Takut tidak sesuai dengan fakta yang ada (maklum, narsis tingkat tinggi..). Saya, ya..lagi-lagi masih disebut sebagai junior geologist. Pengalaman bekerja dibawah 5 tahun, ups..benarkah, lha, segituan lah, full time nya. Dan ini baru kali pertama ( dari dulu pertama saja..kapan expertnya kalo begitu? Hehe..), Ya, ini kali pertama saya mengerjakan mapping remote sensing dan melakukan ground check.

Dan, satu lagi, ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Sulawesi, sebuah pulau raksasa huruf K yang unik. Sulawesi, menurutku bagaikan puzzle raksasa pulau “K” yang terbagi menjadi lima bagian ( hhmm..tektonik banget dech !), setidaknya itulah yang dikatakan para ahli kompeten di tektonik dan regional geology. Weleh,.bagian barat ( Makassar dsk), merupakan lempengan puzzle dari pecahan Sundaland. Bagian utara,bagian pecahan dari lempeng diutaranya ( hmm..apa ya namanya, pasific?? Hoho..), di bagian  tenggara ( kaki kanan nya Sulawesi,di lihat dari depan), adalah merupakan anak benua Australia..( he..ternyata, anak benua Aussie ini ada juga yang merantau ke Indonesia ya..). Dan,.( jreng..jreng..) disinilah saya berada sekarang, setidaknya hingga hari ini pada saat diary ini dibuat ( Ya Allah , Ya Tuhanku, lancarkanlah perjalananku sampai tuntas, amiiin..). Nah, saat ini saya masih dalam tahap belajar, dan saya beruntung tergabung ke dalam tim yang didalamnya terdapat orang-orang yang sangat berpengalaman seperti mereka berdua. Semoga saya bisa banyak belajar darinya. Amiin.

Nah, sekarang waktunya mengikuti perjalanan kami. Selamat membaca ..!!!