Month: February 2011

SRTM Enhancement menggunakan ILWIS untuk analisa kelurusan geologi

SRTM (Shuttle Radar Topographic Mission) adalah salah satu jenis DEM yang dihasilkan dari teknologi radar interferometri. Resolusi 90 meter untuk informasi terrain seluruh dunia termasuk Indonesia sudah tersedia (silahkan buka link ini : http://www2.jpl.nasa.gov/srtm). Informasi terrain ini dapat diaplikasikan untuk kepentingan geologi khususnya identifikasi struktur geologi (regional) dan kelurusan (lineaments). Software GIS maupun Image Processing dapat digunakan untuk visualisasi data SRTM ini. Tulisan ini memuat bagaimana mengoptimalkan visualisasi SRTM untuk analisa kelurusan dan struktur geologi regional menggunakan ILWIS.

Image dibawah ini adalah SRTM wilayah Sesar Lembang di utara kota Bandung, Jawa Barat (index SRTM S07E107) divisualisasikan menggunakan software global mapper dengan tampilan Atlas Shader. Index elevasi seperti terlihat disebelah kiri dengan min elevasi 0 m,dpl) dan max. 2500 m dpl.

Sebagai perbandingan, saya menggunakan open source GIS and Image processing software ILWIS (developed by ITC, Nederland, http://www.ilwis.org/open_source_gis_ilwis_download.htm), untuk menampilkan SRTM dengan shaded relief and sun light angle yang berbeda. Pertama yang harus dilakukan adalah mengimport file SRTM di ILWIS adalah (File – Import – Geospatial Data abstraction – raster – pilih file type SRTM nya; saya memakai geotiff) – new file name . File SRTM kita akan disimpan ke dalam format yang ada di ILWIS. Setelah tersimpan file nya, masih di software ILWIS go to : Operation – DEM Hydro-processing – DEM Visualization – Ok (file processing). Tampilah DEM visualisasion seperti terlihat dari image dibawah ini.

SRTM imagery yang dihasilkan dari proses ini dapat mengoptimalkan interpretasi kelurusan dan struktur geologi regional (contoh : sesar Lembang), dengan highlight sun-angle azimuth 45 derajat dan grey-scale shaded relief.

Interpretasi kelurusan yang ditampilkan hanya disini sebagai contoh untuk analisa regional, untuk lebih detail data SRTM ini bisa digabungkan dengan data-data citra multispectral seperti Landsat, ASTER,etc. dengan dipandu dengan Peta Geologi Regional wilayah setempat untuk menghasilkan hasil interpretasi yang lebih akurat.

Informasi lebih jauh tentang aplikasi penggunaan SRTM untuk geologi bisa di lihat di literatur dibawah ini :

http://psg.bgl.esdm.go.id/informasi/penginderaan-jauh

Coltelli, M., G. Fornaro, G. Franceschetti, R. Lanari, M. Migliaccio, J. R. Moreira, K. P. Papathanassiou, G. Puglisi, D. Riccio, and M. Schwabisch, 1996, SIR-C/X-SAR multifrequency multipass interferometry: A new tool for geological interpretation, Journal Of Geophysical Research, vol. 101, pp. 23127-23148.

Optical-radar-DEM remote sensing data integration for geological mapping in the Afar Depression, Ethiopia
Journal of African Earth Sciences, Volume 44, Issue 2, February 2006, Pages 119-134
Allison K. Thurmond, Mohamed G. Abdelsalam, John B. Thurmond

Tectonic architecture through Landsat-7 ETM+/SRTM DEM-derived lineaments and relationship to the hydrogeologic setting in Siwa region, NW Egypt Original
Journal of African Earth Sciences, Volume 45, Issues 4-5, August 2006, Pages 467-477
Alaa Masoud, Katsuaki Koike