Month: June 2013

Kenapa orang takut hujan??

Musim kemarau telah berlangsung sekian lama, bahkan hujan yang ditunggupun tidak kunjung datang. Di beberapa tempat para penduduk telah mengalami kekurangan air. Sungai-sungai mengering, mata air yang biasanya mengalirkan air sepanjang musim telah sirna, bahkan sawah-sawah terlihat retak karena saluran irigasi yang melewatinya kering juga. Tak luput juga di Bandung, tempat saya tinggal sekarang ini. Memang dibeberapa daerah di utara, kekurangan air tidak begitu terasa,namun agak diselatan dan wilayah timur, kekurangan air telah melanda., hal ini ditandai dengan adanya pergiliran aliran PDAM dibeberapa pemukiman, sumur-sumur bor pun mengering. Sudah tidak disangkal lagi, musim penghujan sangat diharapkan.

Sudah seminggu ini Bandung telah diguyur hujan. Walaupun tidak terlalu sering, namun jatuhan air dari langit ini mampu membasahi tanah berdebu dan kering dan memberikan kesejukan sesaat. Saya senang karena musim penghujan telah tiba. Bersegera saya menyambutnya dengan membeli payung baru, karena payung yang lama sudah tidak layak pakai. Walaupun harga payungnya agak mahal, namun saya puas dengan desain dan kualitasnya. Mudah-mudahan barangnya awet atau setidaknya bisa tahan sampai akhir musim hujan ini.

Di suatu sore, jam menunjukkan pukul 4. Jam sibuk orang pulang bekerja. Sudah dipastikan kondisi lalu lintas sangatlah ramai. Sekali turun hujan, semua lalu lintas disetiap sudut kota lumpuh, perempatan lampu merahnya mati, semua orang tidak sabar untuk mendahului, jadilah semuanya tersendat diperempatan. Gak bisa maju, mundur apalagi. Suara klakson bersahutan, beberapa kendaraan yang tidak berniat membunyikan klakson akhirnya terpengaruh juga. Jadilah orchestra disore hari. Riuh rendah bikin stress. Ini adalah kondisi pas hujan mau turun. Para pengendara motor segera menepi untuk memakai jas hujan begitu melihat langit yang gelap dan guntur bersahutan.

Pada saat hujan turun, jangan ditanya, jalanan berubah menjadi sungai intermitten. Beberapa jalan yang bolong lebih berbahaya lagi karena tertutup air. Dan ini merupakan salah satu penyebab kecelakaan, utamanya kendaraan roda dua, karena hilangnya keseimbangan. Belum lagi genangan air yang tingginya hampir setengah meter. Mobil – mobil dan motor yang rendah sudah dipastikan mati mesin, karena terendam air. Luar biasa,dampak hujan di Bandung. Alam bekerja sama untuk melumpuhkan manusia. Tidak salah juga sih, karena alam sifatnya apa adanya. Begitu keseimbangannya dirusak, jangan harap ada keharmonisan lagi.

Kondisi setelah hujan makin parah lagi. Meski aliran air dijalanan mulai surut, beberapa genangan di titik – titik jalan mengakibatkan kemacetan berkepanjangan. Kendaraan melambatkan lajunya karena kondisi jalanan yang licin. Satu, dua, sepuluh, seratus, membentuk antrian mengular di jalanan. Lengkap sudah hadiah hujan ini.

Jadi, saya mencoba memahami, mengapa orang takut hujan di perkotaan. Ternyata begitulah dampak yang ditimbulkan. Permasalahan klasik seperti kurangnya saluran drainase, serta tumpukan sampah di jalur-jalur air,kabarnya dijadikan penyebab utama. Apapun itu, hujan tampaknya bukan merupakan sebuah berkah lagi diperkotaan. Bukan salah hujan, tetapi manusianya sendiri yang membuat hujan tidak lagi menjalankan fungsinya untuk menyejukkan, menyirami tanaman, menambah persediaan air tanah dan mudah – mudahan hujan menjadi BERKAH..

(awal musim hujan di awal bulan tahun 2013).

 

Boosting my days

Wah, rasanya baru kali ini saya menulis untuk diri sendiri. Bukan karena aku ingin tetapi hanya menunggu mood untuk mengerjakan laporan akhir cek lapangan. Menurutku, ini tiada berujung. Ini adalah laporan ke empat. Dan masih ada dua lagi laporan cek lapangan yang harus diselesaikan. Dengan daerah dan kondisi geologi yang berbeda.

Ok, saat ini saya ditemani oleh radio berbahasa Jerman yang berlokasi di kota Leipzig. Trims to the fast internet connection in my office. I am not feeling lonely to do some routine office jobs. I was like in Germany Yayyyy!!!! (dreaming )

Apa yang aku pikirkan saat ini? Menunggu Mood ! itu saja. Dan tentunya menunggu sore untuk bersegera test drive sepatu baru hehe… ( it’s sound interesting for me rather collecting energy for boost my brain to finish the report)

Anyhow, I am grateful to God having me a good day so far..

Bismillah..Bisa kuselesaikan dalam minggu ini. After that, focus on paper. Thanks to Helna for helping me so far. I hope we can discuss some other parts of geological matters related to remote sensing issuses.

Waduh, ngomonge koq campur aduk gini seh! Yo Wis, harap dimaklum Yo.. my crowded brain has not fixed it yet !!

Love u All..

Love u World..

Love..Love… Bararadeeeee.. 😀