Month: January 2014

Pengalaman menjadi Narasumber

Ceritanya aku menjadi narasumber dari sebuah lembaga diklat di bidang energi dan pertambangan untuk penyusunan kurikulum GIS untuk aplikasi pertambangan. Tawaran ini yang pertama bagiku dan sangat berkesan. Kenapa? walaupun tawaran ini dari pertemanan dan relasi tapi aku juga dituntut untuk dimintai pendapatnya tentang isu GIS di bidang pertambangan.

Beberapa buku terutama Corebook waktu kuliah di ITC the Netherlands kubuka kembali, Ternyata buku setebal itu (thanks to format digital, aku tidak perlu melipatnya cukupu di dalam laptop) akhirnya berguna kembali, membaca kembali literatur dan mengorganisasi sebuah program pengajaran menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Selama dua hari terasa berarti bagiku. Beberapa pemikiran baru dan penyegaran pikiran mengenai ilmu yang sempat kupelajari selama hampir dari 2 tahun tidaklah sia-sia. Aku bisa berbagi ke yang lain.

Hikmahnya ,kadang sewaktu – waktu kita harus keluar dari dalam “gua’ tempat kita bekerja. Berjalan – jalan di pinggir jurang boleh untuk meningkatkan kewaspadaan kita.  

Dan disinilah aku sekarang.. hati-hati memandang kiri kanan agar berusaha seimbang tidak jatuh ke jurang. Hingga aku akan sampai pada gua-ku tempat dimana aku merasa nyaman dan terlindungi.

 

 

Tahun Baru, Thema Baru…

Happy New Year 2014.

Alhamdulillah, Tuhan masih memberikan kesempatan padaku untuk menikmati tahun baru 2014. semoga dikaruniai kehidupan yang berkah lahir bathin amin.

Setelah sekian lama blog ini terlantar, akhirnya kumunculkan thema baru, jujur saja, tidak terlalu familiar dengan wordpress ini, atau lebih tepatnya malas ngotak-ngatik tampilan blog (hehe..) parahnya lagi isinya pun terbengkalai (gaswat nii).

Hadiah tahun baru dari kantorku yakni menjadi pokja Koordinator kegiatan, itu artinya tugas kedepan semakin berat dan tanggungjawabnya semakin besar. Jujur saja, ingin kutolak tawaran itu tapi rasanya tidak adil kalau selama hampir 10 tahun bekerja, dan dihabiskan sekolah setengahnya, dan begitu diserahi tanggungjawab aku kaburr… Ok lah pak Bos..aku terima tawarannya,…

Keep smiling dan relax whatever will be, will be…

Selamat Datang tahun 2014 (itu artinya juga umurku menjelang 34tahun,wowww,,dan sudah hampir dua tahun saya meninggalkan bumi kompeni..woww lagi,,what I have done so far…)

Hidup tanpa dokumen??

Crackers's world

Kupikir tadinya, Tuhan menghadiahkanku hidup di dunia ini dengan satu tiket: Beribadah KepadaNya dan memakmurkan bumi karena diberi tugas sebagai Khaifah.

Memang itu ada benarnya. Jikalau aku tidak hidup di jaman modern yang serba membutuhkan dokumen ini dan itu. Kenyataannya bisa dirinci dibawah ini:

1. Pada saat kita lahir, kita harus membuat akta lahir yang memberi keterangan kita lahir dengan nama “X” merupakan anak ke… dari pasangan “A” dan “B”

2. Ketika kita sekolah ada identitas terbaru yang namanya Kartu Siswa/Kartu Mahasiswa

3.Ketika sudah 17 tahun kita diberi kartu tanda penduduk

4.Ketika kita menikah, ada surat nikah pasangan …dengan ….

5.Mau nabung di bank kita harus mengisi formulir ini..itu..

6.Ketika membeli rumah dan tanah, ada surat sertifikat a, b, c dan bla bla bla

7. Ketika kita meninggalpun ada surat keterangan meninggal dan surat wasiat.

Hidup memang harus disertai dokumen kertas tersebut dan bahkan nilainya sangat berharga kalau itu sebuah…

View original post 31 more words