TAHAPAN SINKRONISASI POLYGON GEOLOGI DENGAN GARIS PANTAI: Catatan KSP.

Salah satu tahapan dalam proses pembuatan peta dengan satu referensi (One Map Policy), adalah sinkronisasi antara Informasi Geospasial Tematik (IGT) dengan data dasar (basemap) yang disepakati bersama.

Dalam artikel kali ini saya akan memberikan tahapan apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan sinkronisasi data geologi yaitu berupa sebaran litologi (vektor poligon) serta struktur geologi (vektor polyline). Berikut adalah tahapan untuk mensinkronkan data polygon litologi dengan polygon garis pantai (basemap) menggunakan perangkat lunak ArcGIS:

Contoh dibawah ini menggunakan layer polygon geologi (litologi).

  1. Geologi_AR –> clip –> Garis Pantai –> Output 1
  2. Output 1 –> erase –> input feature (Garis Pantai), erase feature (Output1) –> Output 2
  3. Multipart (input feature –> Output 2 –> Single Part –> Output 3
  4. Geoprocessing –> merge –> Output 3 –> Output 4 (File polygon yang diedit)
  5. Editing polygon di Output 4 Caranya : Aktifkan editing

Select polygon di output 4 –> editing –> merge –> pilih merge dengan polygon yang ada data      atributnya dengan mempetimbangkan kesesuaian formasi batuan.

  1. Untuk memisahkan polygon yang berbeda satuan batuan (formasi), caranya :

Edit polygon –> Cut Polygon Tools –> Trace

Edit polygon –> Edit Vertex –> klik kanan –> Delete Vertex

 

 

 

Advertisements
Sore di Teluk Sumbang  (Rekam jejak survey di Kaltim)

Sore di Teluk Sumbang (Rekam jejak survey di Kaltim)

Berbekal informasi dari kawan di dinas dan hasil obrolan dengan orang-orang di dermaga Teluk Sulaiman,kami (MLF,SGT,SR,SP,LA dan aku sendiri FA) bersepakat untuk melakukan track survey hari ini ke Teluk Sumbang.

Karena dijalan beberapa kali berhenti untuk mengamati singkapan, baru sore harinya kita sampai di sebuah desa di ujung selatan wilayah Kabupaten Berau.

Di depan kantor kepala kampung Teluk Sumbang

Dari desa itu, jalan ke arah selatan terputus sudah.

Lelah yang dirasakan menuntun kami menuju warung sederhana untuk sekedar membasahi tenggorokan.

Berbincang dengan penduduk lokal mengenai isu pembangunan disana. Jalan yang masih berbatu, listrik yang belum ada, air terjun eksotis yang mereka punya,juga tidak lupa isu mengenai pembangunan pabrik semen dan akan masuknya beberapa perusahaan sawit.

Jalanan berbatu akses menuju desa Teluk Sumbang dari arah Teluk Sulaiman.

Beberapa orang didatangkan dari Berau,mereka baru tiga hari aja tiba di desa yang sepi ini. Kabarnya,kontraktor jalan,yang sempet kuwawancarai sebelumnya,akan membangun akses jalan sepanjang 3km menuju air terjun yang tersembunyi itu.

Tampaknya pemerintah setempat berencana untuk mengeksplor keindahan alam karst teluk sumbang ini setelah sebelumnya,aku lewati sebuah cottage ditepi pantai, yang mengusung konsep ecofriendly.

Cottage Lamin Guntur di Teluk Sumbang

Didepan Lamin Guntur,basecamp yang enggak kesampaian.

Dengan akses jalan yang lebih bagus,banyak pengunjung yang datang untuk berwisata.

Ketika secara perlahan obrolan berganti topik ke pengusahaan tambang,tampak suasana yang agak tegang meliputi kami semua. Aku tidak jadi berkomentar lebih banyak.

Kadang, sebuah pembangunan akan bersinggungan dengan kearifan alam yang telah ada.

Kuseruput lagi es kopi yang hampir setengah gelas kuhabiskan,sambil membayangkan..bagaimana jadinya bila Teluk Sumbang yang indah ini akan berganti wajah dengan dermaga dengan kapal-kapal besarnya, hilir mudik truk pengangkut batugamping (bahan dasar semen), juga torehan bukit karst Formasi Tendehantu yang diratakan demi akses truk itu menuju pelabuhan.

Gua di tepi jalan,dalam kondisi kering,ditemukan pada batugamping karst Formasi Tendehantu (credit foto SR)

Diam diam aku berdoa,semoga jalan ke air terjun bidadari segera mulus dan masyarakat disini bisa menikmati rezeki para pendatang yang ingin melihat dan merasakan harta karun air terjun itu.

@Obrolan sore hari di desa Teluk Sumbang,Berau,Kaltim

Suatu pagi di pantai BidukBiduk,Kaltim

Suatu pagi di pantai BidukBiduk,Kaltim

Ep.2

Belum tuntas kami hampir shock karena kejadian mobil yang hampir terperosok ke jurang…

Pagi pagi sekali kami dikagetkan dengan suara -suara gaduh di luar sana…

Oh..mungkin anjing..tapi tidak ada suaranya..hanya debur ombak yang menghempas tepat di pintu kamar..rasanya kayak ingin dilahap saja kamar ini…

senja menyambut kami di depan beranda kamar

Kulihat ada bayangan hitam dibalik pintu..
Kutanya kawan satu kamarku (SR),menurutnya mungkin orang sebelah kamar lewat.

Akhirnya..dengan sisa keberanian..aku membuka pintu..

Tampak sosok tiga makhluk kecil dan lincah..berlari..ke arah kebun sebelah..

Ada yang mencurigakan di gagang pintu…

Terlihat ada robekan di plastik dan sisa gigitan dari kue donat goreng yg kami pesan malam sebelumnya..

Tampaknya,si ibu pembuat kue, sengaja menaruh kue itu digagang pintu…karena mengira pagi itu kami masih terlelap..

Ternyata..monyet -monyet itu ingin mengambil kue kami…

Menikmati sunrise di depan basecamp pantai bidukbiduk

 

Pagi di bidukbiduk
Visit Berau 2018

Rekam jejak di Bumi Kalimantan Timur (2): Berau kota Tambang

Bermalam singkat di Tanjung Redep, Berau

Edisi kali ini saya akan berbagi pengalaman perjalanan singkat saya di Berau, tepatnya di Tanjung Redep.

Setibanya kami di Bandara kami disambut dengan iringan nyanyian khas Kalimantan (apa ya, mereka berkostum dayak pokoknya), lalu ada jejeran foto yang dilombakan dengan tema keindahan alam kabupaten Berau dari Dinas Pariwisata, lalu ada juga spanduk mengenai keindahan pantai di kawasan Derawan dan sekitarnya, tidak ketinggalan juga wisata di Biduk-biduk (tempat yang saya tuju nantinya),, wah,,,,serasa berwisata deh…padahal mau kerja hehehe… . Setelah angkat bagasi keluar, kami dijemput oleh pegawai teman kerja yang punya tambang batubara.. wuiiih..merasa terhormat. Lokasi bandara ke kota Tj.Redep tidak begitu jauh hanya menghabiskan waktu 15 sampai setengah jam perjalanan.

Landed in Berau

Sekilas kota Tj.Redep

Kami menginap di penginapan yang rate-nya paling rendah sekitar 200rb-an , yang kalau dikronologikan sangat susah sekali di dapat (budget kami minim bho..).  Hotel di berau mahal – mahal harganya, banyak pengusaha dan expat yang hilir mudik melakukan perjalanan bisnis kesana. Jadi deh, saya ketiban gak enaknya. Hotel tempat kami menginap di Hotel Kartika di perempatan jalan. Memang, sebagian besar orang bilang bahwa  Berau termasuk kota yang biaya hidupnya mahal. UMR di kota ini sekitar 3 juta-an (wiiih…). juga harga makanan dan barang lainnya termasuk diatas rata-rata. Bagi saya yang sehari-harinya tinggal di Jawa Barat, tentu kaget dunk dengan harga segitu.

Berau juga termasuk wilayah yang kaya akan sumber alam, ada batubara (sebagian besar) juga usaha kelapa sawit dan yang lainnya. Penambangan batubara telah dilakukan sejak jaman kolonial Belanda, mereka membangun jalan kereta untuk mengangkut batubara dari lokasi tambang hingga ke arah laut untuk dikapalkan. Buruh barubara mereka datangkan dari Jawa. Maka tidak heran kalau mereka telah beranak cucu disini selama beberapa generasi.

Berau the mining town, boleh juga disematkan. Namun, itu juga yang mungkin yang membuat living cost dan harga-harga disana melambung tinggi. Karena banyak perusahaan tambang yang masuk, investasi tinggi dan banyak pendatang yang mencari kerja dan penghidupan disana. Menurut teman saya yang orang Dinas Pemda setempat, kalau mau mencari pekerjaan di Berau, tambang boleh dicoba dan usaha kuliner disini juga sangat menjanjikan.

Sekilas beberapa pengamatan tentang harga makanan untuk kuliner pagi, siang dan sore yang saya makan.

  1. Kuliner Pagi

Kami makan nasi kuning berada di warung yang kalau pagi rame banget. Iseng pesan dan makan disana ternyata enak juga, pantas saja banyak orang kalau pagi-pagi menikmati sarapan disana.

Saya dan teman memesan nasi kuning dan lontong sayur lauknya bisa telor dan ikan, saya tidak memilih ikan karena masih pagi. Tapi nyobain kopi susunya..hmm..enaaaakk…

Kedai Sarapan di Jl. Panglima Batur, belakang Hotel Palmy Berau

Up date harga:

Nasi kuning/Lontong sayur per porsi : Rp.15.000,-

Kopi susu : Rp. 7000,-/gelas

  1. Kuliner Siang

Kami memilih mencicipi hidangan laut yang letaknya tidak jauh di tempat kami menginap di Jl.Gajah Mada, seberangnya mesjid (Gb). Kami memesan ikan kakap merah goreng dan ikan kerapu bakar, es jeruk 2, dan cah kangkung dengan total harga Rp.130.000 untuk berdua. Lumayan juga harganya, tapi worthed dan enak sekali. (Gb)

Kedai makan siang seafood di Jl.Gajahmada Seberang Mesjid dkt Hotel Kartika
  1. Kuliner Malam

Untuk kuliner malam, kami memilih warung Lamongan yang banyak berjejar di depan Hotel Sederhana depannya Hotel Palmi dekat dengan Pelabuhan Tanjung Redep. Disitu banyak disajikan aneka ikan dan ayam goreng dengan lalapan dan sambal, minuman yang sering dipesan ada es teh dan es jeruk.

Update harga

Paket ayam/ikan/bebek goreng +Lalap Sambel = Rp.35.000,-

Es Jeruk/Es Teh : Rp.5000,- Rp.7000,-

Dibandingkan di tempat saya di Bandung, harga ini jauh lebih mahal dua kali lipatnya. Tapi mau gimana lagi, saya lapaarrr… hahaha

  1. Tempat Ngopi Asik di Berau

Nah, ini yang ditunggu, meskipun hanya dua malam saja, saya berprinsip harus merasakan ngopi di setiap kota di Nusantara yang saya singgahi. Akhirnya tibalah saya masuk di kedai kopi Simple Kitchen. Interior Cafe kekinian yang wifi nya kenceng, si mbak owner nya juga cantik dan ramah (kami berfoto bersama..), dia dengan senang hati menerangkan kopi yang kami pesan. Untuk bisa menikmati kopi Nusantara dan Premium Quality yang diracik khusus oleh baristanya, harganya hanya berkisar 25rb – 30rb an saja… muraaaaah loooh… Saya mencoba kopi preminum jenis wine Gayo Aceh, semacam kopi preminum ada aroma wine nya, jadi warnanya gak item pekat, kayak agak coklat kemerahan gitu.. maceman wine lah gimana (wkwkwk..sok sok an kayak yang udh nyoba wine ajah..tapi kalau nyium aromanya sih udah..) hihi…

Saya waktu itu pesan dan gulanya di pisah. Maklum lah gaya- gaya an minum kopi tok gak pake gula… Alamaaak..pait banget.. eh.tunggu dulu, tapi pait nya itu cuma mampir bentar di lidah udah itu langsung blass..ilaang…  Penasaran, saya cicipin lagi beberapa sendok, dan saya menawarkan juga pada kawan saya, dan diapun nyobain…eh bener..rasa paitnya langsung ilang.. Gak kayak minum jamu, rasa pahit di lidah sampe bermalam – malam baru ilang… Perasaan ini diamini oleh Mbak pemilik cafe (semoga kita ketemu lagi ya…). Dan efeknya, jam 12 masih belum ngantuk juga, padahal besok pagi – pagi saya harus sudah moving ke Bidukbiduk dooh,..

Ngopi Duluuu

 

Rekam jejak di Bumi Kalimantan Timur (1): Perjalanan Balikpapan ke Samarinda

Baiklah kali ini saya akan berbagi pengalaman saya survei geologi pertama setelah hampir 4 tahun “off” karena alasan kekodratan seorang wanita. Jangan ditanya perasaan saya ketika tidak bisa beralasan lagi untuk tidak ikut survei. Ada perasaan campur aduk antara harus meninggalkan anak-anak yang masih kecil juga panggilan tugas yang mengharuskan saya berpisah dari mereka dalam beberapa waktu. Tapi ada juga perasaan kangen untuk survey lagi menyusuri sungai, melewati jalan yang entah nyasar dimana, atau sekedar mencicipi kuliner lokal dan bercengkrama dengan penduduk lokal yang ntah kapan lagi saya temui.

Ketika mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan hati saya melayang pada ingatan 10 tahun yang lalu, ketika 2005 pada saat awal-awal tahun bertugas sebagai geologist survey di bumi Borneo bagian timur ini. Delta Mahakam mengingatkanku pernah beberapa minggu lamanya menjadi keseharianku menyusuri setiap sudut lekuk aliran nadi sungainya yang menjari menyerupai kipas. Sekarang saya berada di Bandara Sepinggan yang super modern. Kesan oldish sudah tidak ada lagi digantikan dengan arsitektur bandara modern yang mengutamakan kenyamanan, keleluasaan bergerak dan kemudahan dalam melakukan segala urusan.

Saya keluar dari bandara dan disambut oleh tawaran beberapa taksi bandara. Kami rombongan berenam (FA/saya, SRI, MLF, SGT, SPY, LA) dengan membawa koper masing-masing. Akhirnya kami memesan dua taxi menuju ibukota propinsi Kalimantan Timur yakni kota Samarinda.

Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam perjalanan santai. Dengan satu kali berhenti di Rumah Makan Tahu Sumedang Medina di km.50 jalan poros Balikpapan – Samarinda (Gb).

tahu smdang
Km.50 Resto Tahu Sumedang rest Area Poros Jalan Balikpapan – Samarinda

Update harga:

Ongkos taxi dari Balikpapan – Samarinda : Rp.350.000 /mobil

Tahu: Rp.10.000,-/porsi

Gorengan dll : Rp.3000,-an

Minuman : Rp. 10.000 – p.15.000

Di Samarinda

Untuk mengurus perizinan di kantor Kesbang Propinsi, kita menggunakan armada taxi online (grab) yang sudah beroperasi di Samarinda sejak kurang lebih 6 bulan terakhir. Kami mengurus perizinan di kompleks perkantoran Gubernur yang terletak di Jl.Gajah Mada sejajar dengan tepian sungai Mahakam. Tidak lupa juga untuk sowan ke Dinas ESDM propinsi yang letaknya jauh dari kantor Gubernur, lupa lagi alamatnya.

Tidak banyak yang dilakukan di Samarinda, hanya dua malam kami disana. Samarinda sudah menjadi kota metropolis di area Kaltim, beragam makanan ada dari mulai makanan sunda, jawa, makassar, banjar dan banyak lagi. Kami makan di mall Samarinda Central Plaza yang lokasinya bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap (Swiss Bell Hotel) (Gb). Perjalanan kami masih panjang karena harus meneruskan perjalanan ke Balikpapan untuk selanjutnya menuju Tanjung Redep, Ibukota kabupaten Berau

Pemdangan sungai Mahakam di lihat dari Lt.11

Update harga:

Grab Order: min Rp.15.000,-

Makan: Rp. 25.000 – 35.000,- (menu standar ayam goreng dkk,soto)

Membuat kontur kontur di Global Mapper

Data titik ketinggian permukaan digital atau juga disebut digital surface model (DSM) bisa diturunkan ke dalam berbagai produk, salah satunya adalah kontur ketinggian. Berikut caranya yang mudah dengan menggunakan piranti lunak Global Mapper.

  1. Buka program Global Mapper v.12 (bisa versi di atasnya)
  2. File — Open Data — pilih file DSM format geotiff (Gambar1), maka akan tampil data ketinggian dengan skala ketinggian (dalam m) di sebelah kiri.

    Gb1
    Gambar 1
  3. File — Generate Contour — pilih kontur interval ( 25 m) — Ok. Penentuan kontur interval didasarkan pada skala peta yang kita akan buat dengan rumus: 1/2000x skala peta (1:50.000) , jadi kontur intervalnya 25 meter (Gambar 2)

    Gb2
    Gambar 2
  4. File — Export Vector Format — MapInfo Tab/ Shp — Save (disesuikan dengan format vektor yang akan kita export)
  5. Untuk membuka file kontur (*.tab). File — Open File — Pilih File Kontur*.map (Gambar3)

    Gb3
    Gambar3

Bagaimana mengukur panjang segmen sesar/kelurusan struktur geologi dengan arah azimuthnya di ArcGIS?

  1. File – Add Data – Pilih File *.shp — interpretasi struktur (Gambar 1)
gbr1
Gambar 1
  1. Pada Layers – Klik kanan file Interpretasi Struktur – Open Attribute Table (Gambar 2)
gbr2
Gambar 2

 

  1. Pada Table – Klik Simbol di pojok kiri atas – Create Graph – (Gambar 3 dan Gambar 4)Di dalam Layer Create Graph Wizard

Graph type: Vertical Bar

Layer/Table: Interpretasi_Struktur

Value field : Pilih Shape.Length

X field (optional) : None

X label field: Azimuth

Vertical Axis : Left

Horizontal axix: Bottom

Klik—Next

gbr3
Gambar 3
gbr4
Gambar 4
  1. Isi Title : Nama grafil Graph of Interpretasi _ Struktur pada general graph properties, Check list kalau mau menampilkan legenda. Pada axis properties – klik left – ketik Title – lineament (km) — Finish (Gambar 5)
gbr5
Gambar 5
  1. Untuk menyimpan grafik dengan format lain (*.jpg). Klik kanan – Export – Klik format as JPEG – kli save (Gambar 6)
gbr6
Gambar 6
  1. File *.JPEG bisa di insert picture pada program Ms.Word.

SELAMAT MENCOBA !!!