Tag: bandung

Perjalanan ke Puncak Bintang

Kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan kami (saya, the boys and my sister) yang tidak direncanakan. Kenapa tidak direncanakan? Iya, memang awalnya weekend di awal November 2017 ini, saya hanya mengajak anak-anak  untuk menghirup udara segar di sepanjang lereng Bandung utara. Akhirnya saya berangkat menuju arah Bojongkoneng atas.

“Sekalian mengunjungi rumah teman kantor saya…” begitu terpikir tiba-tiba.

Rute

Sekitar jam 8 pagi, saya pergi dengan mengendarai sepeda motor. Rute dari arah Jl. Gagak – Masuk Cikutra (taman makan pahlawan)- lalu berbelok di Jl. Bojongkoneng. Kondisi jalan menanjak terus sampai ke atas, cukup lebar sekitar 8 meter dan bisa dilalui oleh dua mobil. Memasuki kampung Margasaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kab.Bandung, jalanan mulai menyempit walaupun masih mulus beraspal. Terlihat hanya beberapa motor dan mobil saja yang turun ke arah kota. Ke arah atas, banyak iring-iringan orang bersepeda, karena ini jalur olahraga mengayuh di tanjakan yang menantang adrenalin.

Sejauh Mata Memandang

Di sebelah kiri jalan,nampak lembah-lembah dengan beberapa lahannya ditanami sayuran yang tersusun rapih, diselingi dengan beberapa kompleks perumahan (mewah?) yang sebagian selesai di bangun, sebagian masih setengah jadi. Oh, di sebelahnya ada hamparan padang rumput rapih yang berkelok, rupanya itu adalah kawasan Dago Golf Resort. Dari arah Bojongkoneng, area itu terlihat di sebelah kiri.

Saya terus menancap gas motor hingga akhirnya di depan mata, terpampang tanjakan yang curam (mungkin lebih dari 45° kemiringannya), karena akselerasi gas nya terlambat, pada saat ditanjakan, tangan saya melintir untuk menjaga motor tetap melaju walau dengan lambat sekali. Saya terus bertahan melaju, sambil berharap dan berdoa, semoga tanjakan emen ini segera berakhir. Anak sulung saya yang duduk di depan sih, senang-senang saja. Gak tau  kalau emak nya lagi deg-deg plas berharap segera berakhir tanjakan ini.

PuncakBintang4
Pemandangan Bandung kota di atas lereng Bojongkoneng utara

Selepas tanjakan, saya menepikan motor saya di warung yang masih tutup, nampak satu orang pesepeda yang sedang beristirahat juga. Setelah memarkir motor, kami berempat turun dari motor dan berjalan ke atas, anak –anak nampak nya senang sekali melihat tanjakan dan bersemangat untuk berlari menaikinya. Saya berjaga-jaga karena ini letaknya di pinggir jalan dan sebelah kiri cukup curam walaupun sudah berupa ladang. Waktu masih menunjukkan 8.30 pagi, dan lalu lalang kendaraan jarang terlihat. Kami menikmati udara segar yang jarang didapat di Bandung kota. Sambil memandang ke bawah, terlihat hamparan bangunan kota Bandung samar terlihat karena cuaca agak sedikit berkabut.

Menuju Puncak Bintang

Tiba-tiba, saya melihat papan penujuk jalan Puncak Bintang dengan tanda panah ke atas. Itu artinya,saya menuju tempat yang akhir-akhir ini sedang happening di Bandung. Sesaat, ada keinginan untuk sampai kesana. Saya tanya si akang yang memakai seragam satpam yang kebetulan lewat, katanya sekitar 500 meter lagi (yang bener??), lalu saya turun ke warung tempat saya memarkir motor, dan bertanya kepada seorang pesepeda yang sedang beristirahat.

“Kang, kalo Puncak Bintang masih jauh?”

“Gak neng, sebentar lagi , sekitar 3 km lagi lah”, jawab nya

“Hmm..3km lagi ya.. bentar lagi atuh..” jawab saya

“Iya, nangung neng, udah disini mah, kesana aja..”

“ Hmm..how come 500m sama dengan 3 km??”

Okey, jarak memang relatif, tidak hanya kecepatan, kata Einsten juga.. 🙂

Akhirnya, saya buka GoogleMap deh, dan ternyata si Akang pesepeda cukup benar, jaraknya sekitar 2 km lagi (nanjak ya..catet).

Akhirnya, saya melanjutkan perjalanan. Untuk menuju ke Puncak Bintang, ada satu lagi perkampungan dan saya bertanya di persimpangan kepada penduduk yang sedang duduk disana. Tidak terlalu membingungkan, karena dari jauh, sudah terlihat logo Bintang di deretan jajaran hutan pinus terlihat dari kejauhan.

“Yes, I am reaching my target”, pikir saya

Oh iya, jalan menuju dan di dalam perkampungan beberapa rusak dan masih berbatu, beruntung kesana pada tidak hujan, jadi gak terlalu susah ngendalikan motor.

Sampai dilokasi, saya disambut oleh tukang parkir, harganya ramah di dompet lah hanya 5000 rupiah per kendaraan, mungkin kalau mobil 10 rb, saya tidak menanyakannya.

PuncakBintang2
Jogging and hiking tracks

Wana Wisata

Untuk masuk ke lokasi ada loket pembayaran. Kawasan wisata Puncak Bintang ini dikelola oleh pihak kehutanan (Perhutani, atau apa ya, saya tidak jelas mengenai instansi pemerintah ini tepatnya). Loket masuk dewasa Rp.15000,- per orang. Anak – anak di bawah 4 tahun free (tiket anak ini hanya dugaan saya ya, karena anak – anak saya semua di bawah 3 tahun, mungkin kalau udah sekolah bayar sih). Untuk camping hanya Rp.30000,- (gak jelas, apakah per malam nya, atau sekali datang, ya,paling lama juga 2 malam, gak sampe seminggu kan..dingin boo).

Amenities

Fasilitas di tempat ini ada WC, Mushola, Pusat Informasi, dan beberapa Jogging/Hiking track (beberapa sudah paving block). Ada menara atau kalau saya boleh bilang sih, tangga dari baja, kokoh, untuk melihat view dari atas. Juga ada bangku-bangku dari buletan kayu. Disana kita bisa duduk-duduk dan berfoto selfie. Namanya juga Puncak Bintang, disana ada icon Bintang (terbuat dari besi), yang besar, spot yang bagus untuk berfoto sebagai tanda bukti kita pernah kesana. Beberapa Gazebo dan area hutan pinus yang di bawahnya terdapat jatuhan daun-daun pinus berwarna coklat, setelah beberapa kali jatuh, akhirnya menebal dan empuk kalau diduduki (semacam karpet alam).

PuncakBintang1
Pojok selfie dari balok kayu (kiri), karpet empuk dari jatuhan daun pinus (kanan)

Aktifitas di Puncak Bintang

Pada saat saya kesana (Sabtu pagi, jam 9), banyak pengunjung yang melakukan berbagai aktivitas diantaranya; ada anak-anak pramuka sebuah SMP yang sedang berkemah, dua kemah sekelompok anak-anak muda jaman now, beberapa pasangan yang sedang jogging, sekelompok gadis hijabers sedang berfoto, sekelompok bapak2 usia 40an.. dan saya, ibu muda dengan dua anak cowok yang gak bisa diam. Oh iya, lokasi hutan pinus ini hanya berjarak 1,7 km saja loh dari lokasi Sesar Lembang yang terkenal itu.

PuncakBintang3
1,7 km lagi menuju Sesar Lembang (kiri), outing in the jungle (kanan)

Setelah puas berjalan – jalan, saya memutuskan untuk segera mengakhiri trip yang mengasyikkan ini, karena anak saya meskipun masih senang lari – lari dan gak mau di ajak pulang, sudah mulai kehausan. Dan, parahnya, saya tidak membawa bekal apapun. Lalu,saya menuju warung di luar kawasan hutan ini, membeli beberapa minuman dan cemilan. Harga – harga di warung ini pun cukup standar lah, minuman kemasan botol di harga 5000 rupiah-an.

Satu lagi, di area hutan ini tidak ada yang berjualan, maka saya sarankan untuk membawa bekal secukupnya, dan sediakan kantong plastik kosong buat buang sampah. Gak mau kan, area hutan pinus yang cantik ini kotor karena sampah yang kita buang?. Sebenernya itu saran buat saya juga sih, next time kalau kesana siapin bekal yang cukup.

Kalau untuk hiking dan jogging pagi, saya sih menyarankan mendingan pagi pagi sekitar jam 7an sampai jam 10. Karena di atas jam segitu sampai malah hari, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang, terutama anak-anak muda Bandung.

Saya kira cukup info nya untuk perjalanan kali ini.

So, menarik bukan? Siapa yang ingin ke Puncak Bintang?

Salam dari Bandung

November 2017

Advertisements

Wisata Naik Kereta Bandung-Cicalengka

Saat libur pilkada,saya membuat rencana jalan-jalan bersama anak-anak.Karena kunjungan ke taman dan acara jogging sudah sering dilakukan,jadilah saya mempunyai ide untuk mengajak anak yang masih belum genap 2 tahun untuk naik kereta. Kebetulan,dia sangat tertarik dengan segala tetek bengek mengenai kereta,dari mulai mainan,video,gambar kereta,semua dia suka,bahkan kosakata awal yang keluar dari mulutnya adalah ke-re-ta,lafalnya dengan cepat.

Akhirnya pilihan jatuh pada kereta KRD jarak dekat,rute Padalarang – Bandung-Cicalengka.Saya ambil yang terakhir jurusan Bandung (stasiun bandung)-cicalengka dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Sebelumnya,saya googling dulu jadwal kereta di internet dan menemukan bahwa jadwal yang paling pas adalah jam 10.00 wib. Saya,adik dan ibu kos saya bersiap2 dari pagi,maklum lah rombongan sirkus ini membawa 2 balita yang superaktif,dua saudara abang-adek usia 22bln dan 8bln.

Kami memakai jasa angkot Caringin-Dago dari depan jl.suci,dan turun di pintu utara stasiun Bandung,tadinya saya berharap bisa membeli tiket disini,tapi ternyata tidak bisa.Kami harus memutar ke pintu Selatan,ketika saya tanya boleh tidak saya masuk,jawabnya tidak,jadi kami harus naik angkot lagi yg ke arah pintu selatan,yaitu angkot hijau sta.Hall-gedebage. Berbeda dengan stasiun kereta di Yogyakarta dan Cirebon,stasiun nya dilengkapi tunnel (terowongan) yang melintasi bawah jalur rel,di Bandung tidak.

Sampai di pintu selatan,anak sulung saya langsung berteriak melihat miniatur lokomotif tua di depan pintu masuk.Sudah cukup bagi saya melihat bahwa dia mulai menikmati petualangan kereta nya.Masuk ke pintu loket,ada sebuah billboard gede didinding bergambar kereta dengan latar terowongan,dia melompat kegirangan,akhirnya berfoto didepannya.

Antrian tidak terlalu panjang,saya membeli tiga tiket 1 kali jalan,4000 rupiah saja per orang,anak di bawah 2 tahun tidak kena charge tiket.Karena gak mau ribet ngantri tiket pulang,saya tanya petugas loket,boleh tidak membeli disini,jawabnya tidak.heuheu..

Setelah membeli perbekalan secukupnya,saya langsung masuk area dalam stasiun,ternyata banyak juga orang-orang yang menunggu,dan surprise,mereka semua rata-rata anak-anak bersama ibu bapaknya,ada juga serombongan anak-anak TK,mereka menunggu kereta yang datang sekitar setengah jam lagi.

Kondisi stasiun Bandung menurut saya sekarang cukup lumayan,bagus malah. Dan yang terpenting bersih dan terhindar dari aroma something..haha..you know lah..jadi kami senang dan nyaman juga walaupun agak lama menunggu kereta datang.Anak-anak sih senang saja,melihat ada beberapa loko yang mondar-mandir dan kereta yang masuk dari jurusan berbeda.

Ketika kereta tiba,penumpang dari arah Padalarang keluar lebih dulu dengan tertib,baru penumpang tujuan Cicalengka yang masuk.Ada petugas yang memandu di tiap pintu antar gerbong,jadi tidak uwel-uwelan di pintu.Hal ini bagus untuk mengedukasi penumpang untuk lebih tertib,walopun saat ini masih didampingi petugas,mudah-mudahan kedepannya atas kesadaran sendiri. 

Kereta ekonomi ini dilengkapi fasilitas AC dengan tempat duduk tiga-dua.Worthed banget deh dengan harga tiket yang cuma 4000 rupiah.

Sampai di dalam gerbong,kami langsung duduk,ada banyak penumpang disana,jadi siapa yang lebih dulu masuk,dia yg dapat duduk.Saya duduk di depan seorang Nenek yang membawa 3 cucunya jalan-jalan.Disebelah dan belakang saya nampak serombongan anak TK yang terpisah dari rombongan besar,ditemani ibu nya masing-masing.Tujuannya sama juga cuma ingin naik kereta..hehehe..

Ibu guru mereka memandu anak-anak TK itu bernyanyi..jadilah suasananya meriah.Penjual dan pengamen tidak diperbolehkan masuk,jadi saya juga merasa aman bawa anak-anak. Oh iya,selama perjalanan juga ada petugas yang mengontrol karcis dan juga petugas yang memeriksa tempat duduk yang kosong serta mendampingi anak-anak,namanya EduTrain,itu yang saya lihat di nametagnya.hmmm..menarik.

Sepanjang perjalanan,anak saya tidak mau berhenti berkicau,melihat bangunan,gedung,sawah,sungai.Nampak sekali dia menikmatinya,walaupun ini bukan pertama kalinya dia naik kereta.

Setelah bercerita dengan penumpang sebelah,ternyata,anak-anak TK ini terpisah,karena ada miskom dengan petugas,harusnya 1 gerbong udah disewa.Wah,ide menarik buat kegiatan outing di TK or PAUD,tapi harus extra jaga anak-anak yang gak mau diem itu.

Sampai di Cicalengka jam 11.30,tadinya saya mau naik kereta yang jam 13.00,karena mau jalan-jalan dulu disana.Tapi saya agak kecewa karena fasilitas disana tidak senyaman stasiun Bandung,maklum stasiun kecil,apalagi musim hujan,keluar stasiun becek,banyak yang nawarin ojeg dan makanan.Beberapa toko sudah ditata,tapi agak kurang nyaman aja,jadi saya putuskan untuk langsung pesen tiket balik saat itu juga. 

Dalam gerbong pulang,suasananya tidak senyaman pada saat pergi karena tempat duduk sudah terisi oleh penumpang yang lebih dulu naik.Eh,ternyata banyak juga penumpang yang sama ketemu lagi di gerbong yang sama.Rupanya,mereka juga punya pikiran yang sama,datang,langsung pergi lagi.Tadinya,kalau saya mengantongi tiket pergi,jadi saya tidak harus turun dari kereta.Sayangnya,itu tidak bisa dilakukan.Kasian mungkin buat orang Cicalengka nya yang mau pergi ke Bandung.

Pulangnya,saya turun di stasiun Kiaracondong,lanjut dengan angkot coklat Ciwastra arah gasibu.Sampai di kosan jam 14.00,lelah sih tapi senang.Wisata murah-meriah..dan puas naik kereta total 2 jam lebih. Kalau naik kereta di Taman Lalu Lintas,berapa putaran tuh?dan abis berapa duit??hahaha..dasar emak-emak itungan..

Keramba Ikan Terapung di Waduk Cirata pada citra radar TerraSAR X

Populasi keramba ikan sudah melebihi kapasitas di waduk Cirata. Menurut penuturan BPLHD bahwa dari populasi keramba ikan yang diperbolehkan hanya 12 ribu tetapi hingga saat ini jumlah keramba ikan terapung mencapai 56 ribu buah dan hampir semuanya tidak berizin.

Melalui citra satelit jenis radar TerraSAR X yang mempunyai resolusi spasial sekitar 4-5 meter, kita dapat melihat betapa waduk cirata telah dipenuhi oleh keramba apung. Bentukan memanjang persegi pada danau Cirata adalah keramba ikan yang terlihat pada citra radar.

Penggunaan dan pemanfaatan citra radar ini juga bisa dimanfaatkan untuk memantau (monitoring) perkembangan jumlah keramba di perariran waduk di tempat lainnya. Untuk lebih jelasnya, bisa di lihat gambar (image) citra satelit di bawah ini.

populasi-keramba-ikan-di-waduk-cirata

Tips Traveling by Train with Kid

Hallo semuanya, sebetulnya sudah lama sekali saya ingin share mengenai perjalanan single saya bersama anak ( 6 bulan). Awalnya saya agak ragu memulai perjalanan sendiri tanpa ditemani suami atau saudara. Kebetulan saya ada keperluan keluarga di Cirebon. Jadilah, saya putuskan memakai jasa kereta api Ciremai Express Jurusan Bandung – Cirebon pp. Kenapa saya memilih jasa kereta? pertama karena jadwalnya mudah juga fasilitas PT.KAI sekarang lumayan bagus, jadi saya merasa relax n nyaman saja.Di bawah ini adalah beberapa tips selama diperjalanan.

  1. Jadwal Kereta : Usahalan jadwal kereta milih yang siang. Karena kalau malam, apalagi perjalanan sendiri, agak susah untuk urusan jemput-menjemput. Kebetulan jadwal kereta dari Bandung – Cirebon jam 10.00 pagi, jadi sampai Cirebon sekitar jam 2.00 siang (4jam perjalanan). Lumayanlah, jadwal anak tidur jam 11-12. jadi kita bisa santai di kereta. Untuk bayi yang belum MPASI, sebetulnya lebih simple, karena kita (busui) hanya perlu bawa gentong dan refill (berupa makanan busui) saja. hahaha.. Nah, kalo balita udah 6 bulan keatas, perlu bawa makanan dari rumah, yang praktis saja, misalnya pure kentang kasih daging cincang or kalau males buatnya, kita bisa beli lontong isi sayur n ayam or daging..buat cemilan bawa nagasari atau lemper ayam. Kalau emaknya laper tinggal pesen di kereta kan..
  2. Barang Bawaan:  Untuk barang bawaan, usahakan sesimple mungkin. Pengalaman saya, bawa satu koper (isi pakaian anak + emaknya), oleh2 (satu kresek) dan satu tas bayi ( diaper, tissue basah, tissue kering, handuk kecil,baju ganti 1 stel,baby cologne, telon/kayu putih, bekel makan bayi n perlengkapan pribadi emaknya). Dua tas (koper + kresek oleh2) bisa minta tolong dibawain sama kuli di kereta. dan minta di letakkan dibagasi yang letaknya diatas kursi penumpang, cukup di kasih tips 20rb an lah, udah sesuai standar harga stasiun.
    Jpeg
    Ready to travel ( Stasiun Bandung)

    Begitu juga pada saat kereta tiba, kita bisa minta tolong ke kuli di stasiun ketibaan (eh..kedatangan maksudnya).  Usahakan barnag bawaain tidak lebih yang disebutkan itu, karena perjalanan ini kita harus lebih fokus ke bayi walo harus memerhatikan juga sih barang bawaannya heehe..

  3. Selama di Perjalanan: Nikmatilah perjalanan ini bersama si kecil, anggap ini adalah petualangan baru bagi si bayi, juga bagi emaknya, karena harus mandiri bersama si kecil. Kalau anaknya pas kebetulan gak tidur, cobalah ceritakan mengenai pemandangan alam di luar yang bisa dinikmati lewat jendela.
    Jpeg
    baby n mommy have fun along the journey.. ( Bandung – Cirebon pp, by Ciremai Express)

    Kebetulan, kereta yang saya naiki rutenya Bandung – Purwakarta-Cikampek – Cirebon, kereta berjalan ke arah barat lalu muter balik ke timur pas nyampe di Cikampek (kursinya di puter bho), Nah, perjalanan ke barat ini pemandangannya bagus-bagus (gunung2 bukit dan sawah), kalau perjalanan ke timur lewat pantura didominasi oleh hamparan sawah yang luasnya tidak berkesudahan..(agak membosankan). Kalau udah cape, ya emak n baby nya bisa sekalian tidur bareng (ingat tetap di dekap yah..jangan sampai lepas..hahaha).

    P_20150915_101918.jpg
    Lembah sungai dan sawah terrasering dengan latar belakang jembatan tol Cipularang daerah Purwakarta

    Jadi pada saat istirahat baby nya, emaknya juga istirahat atau panggil waiter kereta untuk memesan makanan. So far sih, pengalaman travelling bersama bayi saya selama 4 jam menyenangkan dan serrruuuu… deg-deg plus, campur khawatir kalau ada apa2 di jalan, tapi happy di akhir..intinya relax ajah dan tetap fokus…

Biaya Melahirkan di RS. Santo Borromeus Bandung

Hallo para bumils,semoga kabarnya sehat terus bersama si buah hati di dalam tummy. Menikmati 9 bulan masa kehamilan memang sebuah anugerah, mulai dari mual-mual, morning sickness hingga penambahan berat badan yang wah… (bagi sebagian bumil termasuk saya hehehe..) rasanya gimana gitu..apalagi setelah usia kandungan 7 bulan, tendangan-tendangan si kecil membuat kita takjub. Dan kadang saya suka berfikir..woww..dalam perutku ada makhluk mungil menggemaskan persembahan dari Tuhan. Subhanallah..speechless..hanya itu yang terucap. So, buat para bumils, nikmatilah momen indah ini..(yuuuu…).

Oh iya, hampir lupa, saya nulis di blog ini sebetulnya mau share aja, khususnya buat para bumils yang tinggal di sekitaran Bandung, seminggu kemaren saya tanya-tanya ke Rs.Borromeus yang beralamat di Jl.Ir.H.Djuanda (Dago) Bandung, perihal biaya melahirkan. Selengkapnya saya upload gambar di bawah ini ya. Mohon maaf juga kualitas gambarnya tidak terlalu bagus, karena diambil dari kamera HP dengan pencahayaan seadanya.

Biaya Persalinan di RS.Santo Borromeus
Biaya Persalinan di RS.Santo Borromeus

Fasilitas melahirkan sudah termasuk menginap tiga malam, termasuk perawatan bayi dan konsultasi dokter anak. O iya, ada dua pilihan apakah mau ditangani oleh dokter (SpOG) atau oleh bidan, semua ada harganya..(haha..) dan yang membedakan lainnya tentunya fasilitas kamar (ada eksklusif, vip, kelas 1,2 dan 3). Yang saya upload itu update harga tahun 2015 tapi masih applicable untuk tahun 2016, untuk sementara belum ada kenaikan (kata pihak administrasinya).

Satu lagi infonya, saya kebetulan peserta AsKes (PNS) dan otomatis convert jadi BPJS sekarang.Iseng tanya, fasilitas apa saja yang bisa diberikan pihak Borromeus,berikut beberapa kutipannya (disampaikan oleh petugas BPJS yang nongkrong tiap senin dan kamis buat konsultasi):

  • Pihak Rs.Borromeus melayani rawat jalan utk beberapa poliklinik seperti, umum,kandungan,mata,apa lagi ya..saya tidak hafal (datang sendiri aja ya ke rs..)
  • Untuk pelayanan persalinan.. (nah ini yang penting), untuk persalinan yang tidak ada kompilasi apapun, alias bisa dilakukan secara persalinan normal, pasien yang sudah berada di UGD persalinan di rujuk kembali ke puskesmas rujukan awal.. ( Waduuh…kalo gini ceritanya..pas udah mules-mules mau lahiran, datang ke rumah sakit di suruh balik lagi ke puskesmas rujukan..gubraak deh…)
  • Selanjutnya, pihak rumah sakit hanya melayani operasi secto caesar hanya untuk SATU pasien dalam SATU bulan.. (Duuh… makin antri aja)

 

Jadi dari info tersebut diatas, jelas rumah sakit ini tidak pro BPJS..Untuk rekan-rekan yang ingin memakai fasilitas AsKes atau BPJS silahkan mencari rumah sakit yang lain ya…

 

 

Tahapan Interpretasi Citra Inderaan Jauh untuk Pemetaan Geologi

Interpretasi citra inderaan jauh adalah salah satu tahapan awal dalam melakukan pemetaan geologi di suatu wilayah. Hal ini sangat dimungkinkan karena selain kita telah membaca literatur mengenai penelitian terdahulu serta kondisi regional daerah yang akan dipetakan, kita juga memerlukan gambaran umum kondisi geologi (utamanya litologi/satuan batuan serta struktur geologi). Untuk mempermudah serta memperjelas dari mana dulu kita berproses, di bawah ini saya akan membagikan beberapa tips singkat dan mudah (berdasarkan pengalaman berinterpretasi selama 5 tahun, dengan segala kekurangan dan kelebihannya):
1. Siapkan citra yang akan diinterpretasi, jenis citra satelit/airborne tergantung dari peta skala berapa kita akan bekerja. Kalau untuk skala besar (di bawah 1:50.000), bisa menggunakan foto udara, atau citra yang resolusinya di bawah 10 m (ikonos, geoeye, ifsar), untuk kelas menengah (1;25.000 sampai 1:50.000), kita bisa menggunakan citra ASTER (resolusi 15m,30m), citra ALOS (10m,15m), SPOT (10m , 15 m) atau bisa juga citra Landsat (15m,30m, 90m untuk thermal. Pemilihan ini selain bergantung pada resolusi tingkat kedetailan juga pengalaman seorang ahli geologi interpretasinya. Misal, ada ahli yang dengan menggunakan citra Landsat bisa memetakan kondisi geologi skala 1:50.000. Tetapi beberapa ahli bahkan menggabungkannya dengan citra lain yang lebih besar resolusinya. Misal, citra landsat di fusikan dengan citra ketinggian SRTM atau DSM dari data radar lainnya. Hal ini disamping untuk mempertajam resolusi citra juga kita mendapat manfaat dari penggabungan kedua citra tersebut (optis dan citra ketinggian/topografi) seperti untuk analisis geomorfologi, kelurusan geologi dan orientasi struktur geologi. DI bawah ini adalah beberapa contoh gambar citra optis (1), citra DSM (Digital Surface Model) radar (2), dan citra fusi gabungan antara citra optis dan DSM (3).

citra optis landsat kombinasi band457_bandung
citra optis landsat kombinasi band457_bandung
citra topografi Digital Surface Model TerraSAR bandung
citra topografi Digital Surface Model TerraSAR bandung
citra gabungan (fusi) optis (landsat) dengan DSM Bandung
citra gabungan (fusi) optis (landsat) dengan DSM Bandung

2. Pelajari geologi regional daerah yang akan dipetakan. Misalnya dengan membaca peta geologi regional yang telah terbit sebelumnya. Pelajari juga arah umum struktur utama, orientasi lipatan, sesar – sesar utama serta pola jurus perlapisan. Pelajari komposisi batuan-batuan yang ada di daerah pemetaan, jenis batuannya (sedimen,beku,metamorf,aluvial,vulkanik), serta urutan – urutan terbentuknya (stratigrafi batuan dari tua ke muda).
3. Sebaiknya seorang interpreter (ahli geologi inderaan jauh) telah menguasai kunci – kunci interpretasi secara visual seperti; perbedaan tekstur, rona, asosiasi dengan keadaaan disekitarnya, tutupan vegetasi dll, perbedaan drainage pattern). Sehingga akan membantu dalam membedakan jenis – jenis litologi, membantu menarik kelurusan geologi sesuai dengan gaya – gaya tektonik yang berkembang di daerah pemetaan.
4. Untuk interpretasi batuan (litologi), mulailah dengan satuan batuan yang paling muda dahulu. Misalnya, aluvium, kita mendelineasi semua aluvium yang terdapat di daerah pemetaan. Baru selanjutnya batuan yang lebih tua. Jangan berpindah ke satuan lain jika satuan yang kita sedang interpretasi belum selesai dipetakan semuanya. Mengapa demikian? Karena dengan fokus menginterpretasi satu satuan batuan, kita sudah faham dan minimalnya memahami karakteristik umum visualnya..maka semua citra yang mendekati dan mempunyai pola yang sama kita tandai dengan satu satuan batuan yang sama (simple bukan??..).Setelah selesai, baru berpindah ke satuan yang lain dengan karakteristik citra yang berbeda.

 
5. Sambil menginterpretasi, jangan lupa juga mengisikan table struktur, biasanya interpretasi ini dibantu dengan menggunakan software GIS atau Remote Sensing. Dalam kasus ini, kita bisa menggunakan software MapInfo untuk menginterpretasi. Interpretasi satuan batuan menggunakan mode delineasi Polygon tertutup. Dan jangan lupa juga membuat tabel struktur databasenya seperti: Jenis batuan, simbol,deskripsi citra (rona, tekstur,pola aliran), satuan di regional dll.
6. Untuk interpretasi kelurusan geologi (lineament) atau sesar-sesar utama. Kita bisa menggunakan patokan dari sesar-sesar regional. Jika di daerah pemetaan kita dilewati oleh struktur geologi yang sudah eksis keberadaannya, misal: sesar sumatera, sesar lembang, sesar palu-koro, kita bisa me-refer referensi arahnya (jenis dekstral strike-slip,normal dll), namun jika belu diketahui arah pergerakannya, cukup dengan menarik garis lurus saja.
7. Setelah selesai menginterpretasi, kita bisa merekomendasikan ke tim eksekusi lapangan (field mapping team) untuk mengecek kebenaran hasil interpretasi kita (ground checking), dan merekomendasikan jalur/lintasan mana saja yang sebaiknya dilalui oleh tim lapangan.
Nah, selesai sudah tips interpretasi citra satelit untuk pemetaan geologi kali ini. Semoga penjelasan singkat ini bisa bermanfaat buat rekan-rekan yang sedang melakukan interpretasi citra khususnya interpretasi visual.

Jogging di Gasibu atau Sabuga, Pilih mana??

Jarak keliling joGasibugging track Gasibu dan Sabuga, panjangan mana??
Sebenernya sudah lama aku ingin mengukur dan membandingkan ukuran keliling lapanga Gasibu & Sabuga di Google Earth, tetapi belum sempat aja. Pas inget kalau lagi jogging, setelah itu langsung lupa deh. Sekarang terjawab sudah semuanya, Ternyata ukuran keliling Lapangan Gasibu dengan Lapangan Sabuga tidak ada bedanya. Jadi, kalau aku merasa jogging di Sabuga itu serasa lebih jauh jika jogging di Gasibu, ternyata salah besar hehehe… Memang sudah standar dari sononya ya…

SabugaSo, untuk target harian biasanya cukup lima keliling saja yang artinya sudah berlari sekitar 2km, tetapi kalau mau tambah itu artinya 10 keliling cukup dan setara dengan 4km kurang lebih.
Meski begitu,Gasibu dan Sabuga itu tetep ada bedanya, mau tau?? Atau mau tau banget? Bedanya, kalau lari di Gasibu haratis alias free tetapi kalau di Sabuga ada tiket masuk yang harus di bayar yakni Rp.2000,-. Jadi, kalau lari di Sabuga maksimalin aja dan lama-lama in larinya, kalau bisa minimal 10 keliling, jadi harganya Cuma Rp.200,-/keliling, atau kalau mau lebih murah 20 keliling..Cuma 100perak per round nya..Siapa berani ?? 😀