Tag: gis

Bagaimana mendownload citra satelit resolusi tinggi menggunakan SAS Planet

Citra satelit resolusi tinggi (IKONOS, Bird Eye, Google Map, etc) bisa kita manfaatkan untuk pemetaan objek yang detail seperti bangunan, irigasi, jalan, jalur evakuasi, analisa kebencanaan, juga kondisi tutupan lahan di suatu daerah. Google earth adalah salah satu contoh dimana kita bisa mengoverlay data GIS kita, atau mengcapture daerah terpilih untuk dimanfaatkan. Tetapi, kendalanya adalah, ,resolusi (tingkat ketajaman image/citra) sangat terbatas kalau kita hanya menggunakan mode β€œcapture” saja. Nah, agar bisa memaksimalkan ketajaman citra dari resolusi tinggi ini, kita bisa memanfaatkan kemampuan software SasPlanet ini. Mari kita lihat, bagaimana software ini bekerja dan ikuti langkah-langkahnya dibawah ini. Selamat mencoba!! πŸ™‚

  1. Install Sas Planet pada komputer (PC) anda. Atau klick application, kemudian software akan β€œrun” sendiri dan menghubungkan dengan server peta (syaratnya PC kita harus connect ke jaringan internet).
  2. Setelah software SasPlanet di buka, Select data yang akan di buka contoh Maps — Bing Maps, Geoportal, Yahoo, Google (banyak pilihan, sesuai dengan kebutuhan). Maka layar akan memunculkan koleksi peta-peta tersebut dari server online tersebut, silahkan di pilih yang sesuai. Setelah kita memutuskan mau pakai data apa, gunakan mouse kursor untuk melihat sejauh mana data-data citra satelit resolusi tinggi tersebut bisa terlihat dengan jelas. Lihat Parameter Zoom di sebelah kiri layar SasPlanet anda.
1
Tampilah SAS Planet selection manager pada saat mau mendownload.
  1. Klik Rectangle – drag kursor, clik satu kali daerah yang akan didownload, akan muncul Selection Manager, tick try download if tne exists dan Split Selection to part ( download menggunakan 2 mesin, bisa lebih silahkan dicoba optionnya), Tick Zooms no.19 saja (sebelumnya telah di coba zom dulu pada level berapa, sampai gambar benar-benar jelas, atau sesuai dengan kebutuhan. Klick start, silahkan tunggu.
  2. Setelah download complete. Save the polygon selection (akan dibuka lagi pada saat stitching).
2
Tampilan selection manager pada saat stitching
  1. Close the downloading window. Open Selection Manager – stitch – output format (geotiff/ecw,tiff,kmz) silahkan dipilih sesuai dengan kebutuhan – select zoom (sesuai zoom pertama kali, ex.21), Select projection, klik start , wait to finish
  2. File image yang tersimpan sudah bisa di buka di software GIS dan di overlay dengan data vektor/raster lain.
3
Hasil citra yang telah didownload, pada tampilah tegak, dan sudah terregistrasi serta bisa diintegrasikan dengan data vektor/raster lainnya.

 

Advertisements

Tahapan Interpretasi Citra Inderaan Jauh untuk Pemetaan Geologi

Interpretasi citra inderaan jauh adalah salah satu tahapan awal dalam melakukan pemetaan geologi di suatu wilayah. Hal ini sangat dimungkinkan karena selain kita telah membaca literatur mengenai penelitian terdahulu serta kondisi regional daerah yang akan dipetakan, kita juga memerlukan gambaran umum kondisi geologi (utamanya litologi/satuan batuan serta struktur geologi). Untuk mempermudah serta memperjelas dari mana dulu kita berproses, di bawah ini saya akan membagikan beberapa tips singkat dan mudah (berdasarkan pengalaman berinterpretasi selama 5 tahun, dengan segala kekurangan dan kelebihannya):
1. Siapkan citra yang akan diinterpretasi, jenis citra satelit/airborne tergantung dari peta skala berapa kita akan bekerja. Kalau untuk skala besar (di bawah 1:50.000), bisa menggunakan foto udara, atau citra yang resolusinya di bawah 10 m (ikonos, geoeye, ifsar), untuk kelas menengah (1;25.000 sampai 1:50.000), kita bisa menggunakan citra ASTER (resolusi 15m,30m), citra ALOS (10m,15m), SPOT (10m , 15 m) atau bisa juga citra Landsat (15m,30m, 90m untuk thermal. Pemilihan ini selain bergantung pada resolusi tingkat kedetailan juga pengalaman seorang ahli geologi interpretasinya. Misal, ada ahli yang dengan menggunakan citra Landsat bisa memetakan kondisi geologi skala 1:50.000. Tetapi beberapa ahli bahkan menggabungkannya dengan citra lain yang lebih besar resolusinya. Misal, citra landsat di fusikan dengan citra ketinggian SRTM atau DSM dari data radar lainnya. Hal ini disamping untuk mempertajam resolusi citra juga kita mendapat manfaat dari penggabungan kedua citra tersebut (optis dan citra ketinggian/topografi) seperti untuk analisis geomorfologi, kelurusan geologi dan orientasi struktur geologi. DI bawah ini adalah beberapa contoh gambar citra optis (1), citra DSM (Digital Surface Model) radar (2), dan citra fusi gabungan antara citra optis dan DSM (3).

citra optis landsat kombinasi band457_bandung
citra optis landsat kombinasi band457_bandung
citra topografi Digital Surface Model TerraSAR bandung
citra topografi Digital Surface Model TerraSAR bandung
citra gabungan (fusi) optis (landsat) dengan DSM Bandung
citra gabungan (fusi) optis (landsat) dengan DSM Bandung

2. Pelajari geologi regional daerah yang akan dipetakan. Misalnya dengan membaca peta geologi regional yang telah terbit sebelumnya. Pelajari juga arah umum struktur utama, orientasi lipatan, sesar – sesar utama serta pola jurus perlapisan. Pelajari komposisi batuan-batuan yang ada di daerah pemetaan, jenis batuannya (sedimen,beku,metamorf,aluvial,vulkanik), serta urutan – urutan terbentuknya (stratigrafi batuan dari tua ke muda).
3. Sebaiknya seorang interpreter (ahli geologi inderaan jauh) telah menguasai kunci – kunci interpretasi secara visual seperti; perbedaan tekstur, rona, asosiasi dengan keadaaan disekitarnya, tutupan vegetasi dll, perbedaan drainage pattern). Sehingga akan membantu dalam membedakan jenis – jenis litologi, membantu menarik kelurusan geologi sesuai dengan gaya – gaya tektonik yang berkembang di daerah pemetaan.
4. Untuk interpretasi batuan (litologi), mulailah dengan satuan batuan yang paling muda dahulu. Misalnya, aluvium, kita mendelineasi semua aluvium yang terdapat di daerah pemetaan. Baru selanjutnya batuan yang lebih tua. Jangan berpindah ke satuan lain jika satuan yang kita sedang interpretasi belum selesai dipetakan semuanya. Mengapa demikian? Karena dengan fokus menginterpretasi satu satuan batuan, kita sudah faham dan minimalnya memahami karakteristik umum visualnya..maka semua citra yang mendekati dan mempunyai pola yang sama kita tandai dengan satu satuan batuan yang sama (simple bukan??..).Setelah selesai, baru berpindah ke satuan yang lain dengan karakteristik citra yang berbeda.

 
5. Sambil menginterpretasi, jangan lupa juga mengisikan table struktur, biasanya interpretasi ini dibantu dengan menggunakan software GIS atau Remote Sensing. Dalam kasus ini, kita bisa menggunakan software MapInfo untuk menginterpretasi. Interpretasi satuan batuan menggunakan mode delineasi Polygon tertutup. Dan jangan lupa juga membuat tabel struktur databasenya seperti: Jenis batuan, simbol,deskripsi citra (rona, tekstur,pola aliran), satuan di regional dll.
6. Untuk interpretasi kelurusan geologi (lineament) atau sesar-sesar utama. Kita bisa menggunakan patokan dari sesar-sesar regional. Jika di daerah pemetaan kita dilewati oleh struktur geologi yang sudah eksis keberadaannya, misal: sesar sumatera, sesar lembang, sesar palu-koro, kita bisa me-refer referensi arahnya (jenis dekstral strike-slip,normal dll), namun jika belu diketahui arah pergerakannya, cukup dengan menarik garis lurus saja.
7. Setelah selesai menginterpretasi, kita bisa merekomendasikan ke tim eksekusi lapangan (field mapping team) untuk mengecek kebenaran hasil interpretasi kita (ground checking), dan merekomendasikan jalur/lintasan mana saja yang sebaiknya dilalui oleh tim lapangan.
Nah, selesai sudah tips interpretasi citra satelit untuk pemetaan geologi kali ini. Semoga penjelasan singkat ini bisa bermanfaat buat rekan-rekan yang sedang melakukan interpretasi citra khususnya interpretasi visual.

Perangkat lunak β€œgratis” pengolah data GIS dan Remote Sensing

Beberapa perangkat lunak untuk mengolah data GIS (geographic information system) dan remote sensing bisa dioperasikan secara “gratis” tanpa harus membeli lisensi. Kemampuan nya sudah setara dengan software-software lain yang berlisensi. Dibawah ini adalah beberapa software yang bisa di coba untuk dioperasikan dalam mengolah data-data GIS.

  1. Quantum GIS

    Software GIS yang tampilannya agak mirip dengan ArcGIS ini bisa didownload di : http://www.qgis.org/.

    Di link tersebut tersedia juga help of manual QGIS dan blog forum pengguna bagi semua yang ingin berdiskusi dan share informasi.

  2. GRASS

    Ini adalah perangkat lunak untuk mengolah data citra penginderaan jauh (remote sensing). Bisa di download di : http://grass.osgeo.org/download/index.php, dan untuk buku manualnya bisa di unduh di link : http://www.grassbook.org/, kadang dengan membuka link download QGIS, GRASS ini sudah terinstall dengan atomatis. Silahkan dicoba untuk membuka fitur-fitur dasar pengolah image. Pendapat pribadi, saya agak kesulitan pada saat pertama membuka (awam), tapi bisa dicoba untuk lebih advance mengenai software yang satu ini.

  3. ILWIS

    ILWIS adalah software pengolah data GIS sekaligus remote sensing dengan prinsip raster based. Dikembangkan pada awalnya oleh ITC (www.itc.nl), dan sekarang software tersebut sudah dalam kategori opensource. Bisa didownload di : http://www.ilwis.org/. Beberapa fasilitas ILWIS diantaranya adalah pengolah citra penginderaan jauh (RGB, band composit, Principle Component), olah digital data DEM (Digital Elevation Model), membuat anaglyph (tampilan 3D antara citra DEM dengan citra optic), fasilitas hydro processing pembuat drainage pattern (daerah aliran sungai) dari data DEM, dan lain-lain.

  4. RAT

    RAT adalah “tikus” lambang perangkat lunak open source khusus untuk citra radar. Bisa didownload di : http://radartools.berlios.de/. Software pengolah citra radar dan aplikasinya seperti pembuatan citra radar intensity (multilook), pengolah interferometry, polarimetric radar. Semua bisa dioperasikan disini. Bagi yang suka Linux, UNIX or Mac OS X, RAT sangat compatible di dalam OS itu. Beberapa experiment bisa dioperasikan di window juga.

  5. NEST

    NEST agak mirip dengan RAT yakni untuk mengolah citra radar.Software ini kembangkan oleh Badan Antarika Eropa (EOS:European Space Agency http://www.esa.int). Software ini bisa mengolah dan membaca data-data dari platform radar yang sudah terkenal seperti: Radarsat-2, Envisat, ERS-1,ERS-2, Alos PAlsar, TErraSAR. Beberapa level data juga bisa dibaca disini. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas apa saja yang terdapat dalam perangkat lunak ini bisa di buka link ini : http://nest.array.ca/web/nest.

    Ok ya, selamat mencoba dan belajar utak atik data GIS dan remote sensing. Saran tambahan adalah membaca buku-buku dasar tentang prinsip GIS dan Remote Sensing untuk lebih memahami what is behind the scene of GIS data analysis. Good luck temans… J

SRTM Enhancement menggunakan ILWIS untuk analisa kelurusan geologi

SRTM (Shuttle Radar Topographic Mission) adalah salah satu jenis DEM yang dihasilkan dari teknologi radar interferometri. Resolusi 90 meter untuk informasi terrain seluruh dunia termasuk Indonesia sudah tersedia (silahkan buka link ini : http://www2.jpl.nasa.gov/srtm). Informasi terrain ini dapat diaplikasikan untuk kepentingan geologi khususnya identifikasi struktur geologi (regional) dan kelurusan (lineaments). Software GIS maupun Image Processing dapat digunakan untuk visualisasi data SRTM ini. Tulisan ini memuat bagaimana mengoptimalkan visualisasi SRTM untuk analisa kelurusan dan struktur geologi regional menggunakan ILWIS.

Image dibawah ini adalah SRTM wilayah Sesar Lembang di utara kota Bandung, Jawa Barat (index SRTM S07E107) divisualisasikan menggunakan software global mapper dengan tampilan Atlas Shader. Index elevasi seperti terlihat disebelah kiri dengan min elevasi 0 m,dpl) dan max. 2500 m dpl.

Sebagai perbandingan, saya menggunakan open source GIS and Image processing software ILWIS (developed by ITC, Nederland, http://www.ilwis.org/open_source_gis_ilwis_download.htm), untuk menampilkan SRTM dengan shaded relief and sun light angle yang berbeda. Pertama yang harus dilakukan adalah mengimport file SRTM di ILWIS adalah (File – Import – Geospatial Data abstraction – raster – pilih file type SRTM nya; saya memakai geotiff) – new file name . File SRTM kita akan disimpan ke dalam format yang ada di ILWIS. Setelah tersimpan file nya, masih di software ILWIS go to : Operation – DEM Hydro-processing – DEM Visualization – Ok (file processing). Tampilah DEM visualisasion seperti terlihat dari image dibawah ini.

SRTM imagery yang dihasilkan dari proses ini dapat mengoptimalkan interpretasi kelurusan dan struktur geologi regional (contoh : sesar Lembang), dengan highlight sun-angle azimuth 45 derajat dan grey-scale shaded relief.

Interpretasi kelurusan yang ditampilkan hanya disini sebagai contoh untuk analisa regional, untuk lebih detail data SRTM ini bisa digabungkan dengan data-data citra multispectral seperti Landsat, ASTER,etc. dengan dipandu dengan Peta Geologi Regional wilayah setempat untuk menghasilkan hasil interpretasi yang lebih akurat.

Informasi lebih jauh tentang aplikasi penggunaan SRTM untuk geologi bisa di lihat di literatur dibawah ini :

http://psg.bgl.esdm.go.id/informasi/penginderaan-jauh

Coltelli, M., G. Fornaro, G. Franceschetti, R. Lanari, M. Migliaccio, J. R. Moreira, K. P. Papathanassiou, G. Puglisi, D. Riccio, and M. Schwabisch, 1996, SIR-C/X-SAR multifrequency multipass interferometry: A new tool for geological interpretation, Journal Of Geophysical Research, vol. 101, pp. 23127-23148.

Optical-radar-DEM remote sensing data integration for geological mapping in the Afar Depression, Ethiopia
Journal of African Earth Sciences, Volume 44, Issue 2, February 2006, Pages 119-134
Allison K. Thurmond, Mohamed G. Abdelsalam, John B. Thurmond

Tectonic architecture through Landsat-7 ETM+/SRTM DEM-derived lineaments and relationship to the hydrogeologic setting in Siwa region, NW Egypt Original
Journal of African Earth Sciences, Volume 45, Issues 4-5, August 2006, Pages 467-477
Alaa Masoud, Katsuaki Koike

MENGHILANGKAN NEGATIF ELEVASI PADA DATA SRTM 90/30 METER

Seringkali kita mendapatkan data ketinggian dengan angka di bawah 0 m dari permukaan laut, sehingga mengganggu dalam penampilan topografi dan mengurangi relief tampilan tofografi di permukaan. Tips kali ini menerangkan bagaimana menghilangkan angka – angka negative dengan menggunakan software Global Mapper (versi 6.0 ke atas), sehingga mudah di eksport ke berbagai tipe file lainnya seperti Geotiff, ers, surfer dan lain sebagainya. Dalam kasus ini, saya memakai data SRTM resolusi 90 meter di Pulau Madura.

Langkah pertama : Open Global mapper — open data file — srtm90m_madura ( view seperti gambar di bawah ini). Grafik ketinggian sebelah kiri layar menunjukkan angka negative di bawah nol .

Langkah kedua : buka tool open control center – overlay control center – klik file srtm90m_madura – option – elevation option –klik adjust elevation values/units – hapus angka negative (ex. -400m) menjadi 0 m) – apply – OK. (Image akan terlihat seperti dibawah ini).

Langkah ketiga : image yang telah disesuaikan angka terendahnya menjadi 0 m, secara otomatis akan tersimpan, dan saatnya kita mengeksport image ini ke dalam type file yang kita inginkan yakni dengan cara : file – export image raster layer – surfer binary format 6 ( ini dimaksudkan untuk bisa dibuka di program ER Mapper). Seperti terlihat di dalam gambar di bawah ini.

Lastly, good luck ya..n happy seen the nice image ! πŸ˜€